@jimmyhendarta@iyokp97@nikicaga Regarding your concern with people just slapping "-nese" to any ethnic group, sure, I understand where you're coming from. A lot of people don't know that the suffix "-nese" is usually used if an ethnicity is named after a place, and many other are just referred to by its name.
@jimmyhendarta@iyokp97@nikicaga The term "Javan" can be used to refer to anyting related to the island of Java, and you're correct that anyone from Java can be called "Javan". That said, if you're talking about a specific ethnic group whose name is identical to the island's, use "Javanese" instead.
@jimmyhendarta@iyokp97@nikicaga The suffix was then carried over to English as "-ese", hence "Burmese", "Siamese", "Chinese", "Vietnamese", and "Timorese".
You don't call people from China "Chinan", do you?
@jimmyhendarta@iyokp97@nikicaga Also, the dominant ethnic group from Japan is called "Japanese" not because "Japan" ends with "-n", but because a lot of ethnicities from Asia were first recorded by the Portuguese, and they used suffix "-esa" for denoting an ethnic group.
@jimmyhendarta@iyokp97@nikicaga Why? Adding "-nese" or "-ese" suffix is a legit way to refer to a specific ethnicity/language in English (the very language the person you're replying to was speaking in). Also, not every ethnicity in Indonesia has either suffixes attached to their names, eg: Malay, Dayak, Papuan
@yourmathsphere Ada 1001 alasan kita bisa dan harus membela Palestina, tapi mengklaim kalau Palestina adalah negara yg paling gercep mendukung kemerdekaan Indonesia bukanlah salah satunya.
@yourmathsphere Yep. Sangat berbeda Negara Palestina yg kita dukung saat ini dengan Palestina sebagai Wilayah Mandat Britania, maka dari itu ucapan selamat atas kemerdekaan Indonesia dari Mufti Amin tidak bisa diartikan sebagai pengakuan kedaulatan karena beliau sendiri bukan pemangku kedaulatan
@yourmathsphere Sangat bahaya kalau ada orang yg bisa kamu yakini atas dasar "Palestina yg paling gercep mendukung kemerdekaan Indonesia" tapi di kemudian waktu mendapati kalau hal tersebut keliru. Bisa-bisa tumbuh persepsi kalau Palestina dibela dari klaim-klaim kosong.
@yourmathsphere Pun kamu sendiri tidak membantah kalau Palestina tidak memiliki kemampuan diplomatis untuk mengakui kedaulatan Indonesia sebelum Mesir di tahun 1946.
Membela Palestina itu sangat mulia, tapi jangan menggunakan alasan yg keliru.
@yourmathsphere Palestina di tahun 1946 adalah wilayah jajahan Britania Raya, bukan negara merdeka, alias Palestina tidak punya posisi diplomatis untuk mengakui kedaulatan negara lain.
@yourmathsphere Mendukung kemerdekaan Palestina itu bagus, tapi lebih bagus lagi kalau tidak menyebarkan miskonsepsi kalau Palestina yg paling pertama mendukung kemerdekaan Indonesia.
Mesir yg pertama mengakui kemerdekaan Indonesia di tahun 1946.
@Srynr5@yaniarsim Saya setuju dengan pendapat anda yg bilang kalau Indonesia gak cocok berdemokrasi, bukan karena rakyatnya bermulut kasar, tapi karena pemerintahnya gak mau dengerin omongan rakyat.
Demokrasi macam apa yg cuma dijunjung menjelang pemilu dan dibuang begitu sudah berkuasa?
@Srynr5@yaniarsim Loh? Sudah tidak terhitung berapa kali kebijakannya dikritik sampe ada demo besar-besaran yg menelan korban jiwa demi aspirasi rakyat didengar istana, tapi kenyataannya juga gak diwaro. Malah dianggap didalangi asing. Sampe kena bencana aja gak mau berkaca dan berbenah diri.