Manusia berdoa seperti menagih hutang atas penderitaan nya,
Tuhan diperlakukan seperti bawahan.
Saat hidup tak menuruti maunya,
takdir yang diseret ke tiang salah.
Minta surga tanpa berubah,
Minta rezeki tanpa bergerak,
lalu menyebut itu iman.
percaya ga percaya gaji dan THR yang kamu bagi ikhlas ke keluarga, sahabat yang membutuhkan, atau orang yang ga mampu itu gak bener-bener berkurang.
dia cuma pindah tempat dari saldo rekening atau saldo di dompet, jadi tabungan doa yang bisa nge jagain hari-hari kamu setiap hari, lancarin urusan kamu, dan bukain pintu rezeki baru buat kamu.
Sebelum menikah, istriku pernah bilang, “Ternyata, menjadi dewasa itu memang harus siap kalau kenyataannya tidak selalu sesuai dengan apa yang kita mau.”
akhirnya ada di fase ini
Sekolah yang tinggi, kerja dengan gaji minimum sampai naik jabatan, cicil rumah dengan KPR dan jangan lupa mobilnya juga dicicil, supaya kamu gak pernah bisa keluar dari kerjaan terserbut dan punya opini kritis tentang dunia. Inget semua orang yang "kaya" itu selalu jahat, dan melakukan hal curang.
Kamu itu orang baik yang kerja bener, mereka itu kriminal jahat makannya kaya. Kalian kalo gapunya ijazah gaakan bisa kerja, tenang nanti pas kalian cari kerja semuanya bakal minta "pengalaman minimal 2 tahun.." biar kamu kesusahan cari kerja dan sangat bersyukur ketika lolos dari seleksi HRD.
Selamat datang di perbudakan era baru, dimana kalo jaman dulu kamu dikasih tempat tinggal, makan, dan diperbudak, kalo sekarang kamu dikasih uang yang kita cetak dari angin buat tukerin kebutuhan hidup tadi setiap bulannya.
Sedikit kejam, tapi aku setuju dengan kalimat ini “perbaiki hidupmu sebelum menikah dan mempunyai anak, agar anakmu nanti tidak perlu memperbaiki hidupnya karena ia mempunyai dirimu sebagai orangtuanya, usahakan mental yg sehat dan kuat, ilmu agama yg bermanfaat, financial yg stabil dan kesiapan parenting yg baik.”
Mari normalisasi sebelum ekonomi stabil jangan punya anak, itu salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai orang tua, kasian anak gabisa milih siapa yg bakalan jadi orang tuanya
Please normalisasiin
1. Di umur 24 masih di fase try & fail tapi kamu ga berhenti mencoba.
2. Punya cita-cita bahagiain orang tua itu wajar.
3. Beli barang memang karena butuh, bukan supaya dilihat orang lain.
4. Ga punya banyak temen, tapi punya sahabat yang suportif.