Kebohongan yg aku lihat hari ini:
1. Mendisdakmen: 43jt guru ingin MBG dilanjutkan. Meanwhile, JUMLAH GURU DI INDONESIA AJA CUMA 3,47 JUTA ORANG.
2. Polisi: BEM UI belum kirim surat pemberitahuan demo. Meanwhile, UDAH SIAPIN 4500 PERSONEL UNTUK PENGAMANAN.
Semuanya disampaikan pejabat publik.
Di depan umum. Dan tanpa malu.
cc:threadrannyafrs
statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
Lihat betapa supportifnya masyarakat ke pendemo. Udah jauh beda dengan dulu2 capt. Keknya semua sekarang dah satu suara.
Terima kasih masyarakat, terima kasih Mahasiswa, terima kasih netizen, terima kasih untuk seluruh orang yg udah saling dukungnhari ini. Panjang umur orang2 baik ♥️
Oiya, infonya ini juga rombongan terakhir mahasiswa yg balek. Jadi untuk saat ini dari mahasiswa sudah steril.
Yg masih stay, jaga diri jaga kawan capt. Semakin malam, semakin rawan.
Vid: rofa_y_nina
5 tuntutan bem ui:
1. Menghentikan pemborosan APBN
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
3. Menghentikan Program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
4. Menghentikan militerisme di ranah sipil.
5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Kita mendukung dengan cara kita masing2 capt, yg jelas jangan sampai terjadi konflik horizontal. Yuk saling jaga dan tetap lantang bersuara!
Sekecil2nya perlawanan, tetaplah perlawanan. Semangat untuk Indonesia yg lebih baik capt ✊️
Kasih pemahaman ke saudara, keluarga dan teman kalian bahwa suara saat pemilu itu sangat berdampak. Jangan asal pilih, cari tahu bibit dan bobot. Kulik rekam jejak. Jangan seperti kemarin, udah naik dengan cara licik, konflik kepentingan seabrek, sevulgar itu masih ditoleransi.
Hari ini, ada yang turun ke jalan, ada ojol mengawal jalan, ada yang galang dana, nyiapin logistik, repost kabar update, warga saling bantu warga. Doa-doa baik upaya-upaya baik memperjuangkan kebenaran ✊🇮🇩
Tiap warga sipil jadi mata, telinga, kuping bagi lainnya.
Mikir beratnya gimana membuat ini jadi gerakan desentralisasi.
Ga pake mesiah2an.
Ga pake simbol warna2 apalah2.
Ga pake influencer ambil alih corong.
Jangan bebankan ke mahasiswa aja, untuk bikin perubahan.
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Diskusi sama kawan
Aksi mahasiswa kali ini menarik karena berangkat bersama dari Kampus. Dilepas juga oleh Dosen yang seolah merestui.
Artinya risiko disusupi intel itu rendah. Berbeda kalau datangnya satu per satu atau berkelompok pakai angkutan umum.
Tujuannya ke Bundaran HI, bukan ke institusi pemerintah seperti Istana atau DPR RI. Artinya memang untuk mengirimkan pesan seluas-luasnya sekaligus disrupsi ekonomi.
Bagaimana kalau event lari Jakim Sabtu - Minggu besok dibatalkan karena eskalasi situasi?
Ya nggak apa2, dan kalau 45.000 runner mau marah, marahlah pada negara, bukan pada warga yang terpaksa harus menyatakan sikap dan pendapat di jalanan karena negara ini salah diurus