Lekas pulih bumiku.
Semoga hujan menghanyutkan segala perasaan kalut kita.
Semoga dengan terpisahnya sementara, kita menjadi lebih menghargai apa itu rindu.
Diluar,... badai sedang mengamuk, mengiringi rasa hati, yang berkecamuk.
Kita adalah dua manusia yang sedang bergelut dengan perasaan yang kalut.
Memandang prinsip yang membatu, padahal seharusnya bisa menyatu.
Kita mulai hidup menua tanpa kita sadari, sepercik harapanku adalah menjadi bapak2 yang memandangmu membeli bahan sayuran sambil ghibah dengan sesama ibu2 di komplek.
Dulu saling sapa, sekarang tak saling tanya. Dulu saling mengabari, sekarang saling menjauhi. Dulu saling mencari, sekarang salah satu menjadi tak peduli.
Hujan itu seperti mesin waktu, yang mampu membuat seseorang kembali ke masa lalu.
Lantas, apa kita hanya akan terpaku? seraya memeluk kenangan yang terus membelenggu.
Natal adalah tentang kesederhanaan, bukan tentang kemewahan.
Natal adalah tentang refleksi, yang dapat digunakan untuk koreksi diri.
Natal adalah damai, bukan tentang membuat sesama bertikai.
.
Selamat Natal, Tuhan Yesus memberkati.
Untuk para petualang yang sedang terpenjara, bersabarlah. Alam tak akan memaksa kita untuk menjamahnya, kecuali kita sendiri yang memberontak garis waktu kita.
Aku pernah menjadi kita.
Kita pernah menjadi semua.
Kita pernah saling sayang, sebelum saling serang.
Kita pernah saling memiliki, sebelum saling melukai.
Kita pernah saling menghampiri, sebelum saling menjauhi.