Bagian paling tersedih dari hubungan kita, adalah ketika aku menjelaskan ke kamu apa yang aku rasain atau hal apa yang membuat aku overthinking, tapi kamu mikirnya aku nyoba buat beradu argumen dan ujung-ujungnya kita berantem. Padahal yang aku mau cuma kamu dengerin dan ngertiin apa yang aku rasain.
Kita tidak hanya harus mendidik anak anak ternyata. Tapi juga mendidik orang dewasa. Mendidik diri kita sendiri. Jikalau membedakan “kekerasan” dengan “ketegasan” saja kita gagal. Mungkin kita memang masih perlu banyak belajar.
Kita akhirnya menyerah pada rindu yang tak lagi mampu ditahan. Kita biarkan semua yang pernah bersikeras hati itu luluh sendiri. Nanti bila aku telah tiada, kenang lah hal-hal baik yang pernah ku usahakan untukmu.
Mulai sekarang belajar untuk mempercayai diri sendiri, bahwa kitapun bisa melakukan yang terbaik dan jadi yang terbaik jika kita berusaha. Semangatt 💪🔥