Dari 300 titik dapur SPPG di Cilacap
100 diantaranya fiktif dan titiknya berada di tengah hutan,ditengah sawah dan di tempat pemakaman.
Kalikan saja:
6 juta x 100 x 2 thn.
Itu uang bersumber dari pajakmu😆
Pandawara Group baru aja memperkenalkan penghalang sampah baru mereka dengan metode kubus apung karena dianggap lebih efisien dan praktis. Berapa total untuk bikin ini?
Dibutuhkan 59 kubus apung
1 kubus apung = Rp1.600.000/pcs
33 pin pengunci= Rp220.000/pcs
42 baut pengunci= Rp220.000/pcs
jadi totalnya kurang lebih Rp110.900.000
Sutradara film Avatar 2: The Way of Water, James Cameron mengaku dapat inspirasi peradaban maritim Metkayina dari orang-orang Bajo di Nusantara.
Berarti karakter penjahatnya terinspirasi pemerintah Indonesia👇🏽
Enam bulan pasca-bencana, anak-anak di Pante Ceureumen, Aceh Barat, masih harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Satu-satunya jembatan yang ada di dekat sekolah mereka masih rusak.
🚨 DISGUSTING: Al Jazeera exposes a massive government failure in Indonesia.
A $15 BILLION free meal program for children and pregnant women has been completely marred by rampant corruption and horrifying incidents of mass food poisonings! The establishment is failing.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
untuk diketahui, coral itu hewan yagesyaa, bukan tumbuhan atau batu doang.
mereka butuh waktu yang lama banget untuk bisa sebesar itu, jangan dihancurkan cuma karena kelalaian kita.
saling ingat mengingatkan yaa~
selamat hari segitiga terumbu karang ❤️
Akhirnya negeri ini sampai di satu titik, dimana :
1. Utang jatuh tempo tertinggi dalam sejarah ✅️
2. Nilai tukar dolar tertinggi sepanjang sejarah ✅️
3. Persentase Kenaikan BBM non subsidi tertinggi dalam sejarah RI ✅️
4. Jumlah pejabat menteri & wamen terbesar sepanjang era reformasi ✅️
Udah bener dapet presiden yg bisa mangkas nilai tukar dolar dari 16 ribuan ke 7 ribuan.... klean malah menjatohkan dia. Emang bukan klean sebagai rakyat sih.
Tapi klean memilih wakil rakyat yg bisa digiring utk menjatuhkan Habibi saat itu.
Nasib Bangsaku gini amat sih
😳
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
CKCKCKCKCKCKCK
Brengsek! Parahh bangett anjirr. Espepege goblok mana ini yang nambah-nambahin kerjaannya Pandawara??
Pemenuhan gizi omong kosong. Inimah namanya menuh-menuhin volume sampah dalam negeri. Embege penuh omong kosong!
(Sc: IG/pandawaragroup)
Mengapa kami ini sbg rakyat terus diperas & diperlakukan tdk adil. Apa pemerintah tuli atau buta, begitu rakusnya MBG mengeruk uang negara, untuk hal yg tdk penting, sprt motor listrik, kaos kaki yg mahal. Setiap bulan gaji kami diambil buat bayar si Dadan.
Lihat video ini.
Indonesia.
1.Penghasil CPO terbesar didunia.
2.Penghasil nikel no.1 dunia.
3.pengasil batubara no.3 dunia
4.penghasil emas no.1 dunia
5.penghasil timah no.2 dunia
6.Hutan no.6 terbesar dunia
7.Hasil laut no.2 dunia
Yg nikmati;
Penguasa.
Yg bersenjata.
Pejabat.
Dan oligarki.
Wahai rakyat jelata, mari kita tonton sebuah pertunjukan kelas elite..
Selesai pesta mewah di Four Seasons Paris, Pak Seskab pulang ke tanah air langsung disambut 'hutan' karangan bunga di kantornya.
Dan tebak, isinya mayoritas dari pengembang kakap PIK-2.
Ini bukan sekadar ucapan ulang tahun, ini adalah perayaan 'perkawinan' antara pemegang kuasa dan pemegang modal. Saat kalian pusing memikirkan harga kebutuhan pokok dan cicilan yang makin mencekik, mereka sedang sibuk bertukar pesan cinta lewat proyek-proyek raksasa.
Jangan tanya kenapa kebijakan seringkali tidak pro-rakyat. Gimana mau pro-rakyat, kalau pandangan mata penguasa saja sudah tertutup rapat oleh megahnya bunga dari para konglomerat?
Kita ini bagi mereka cuma angka, penyokong pajak, dan penonton setia.
Masih mau percaya kalau kebijakan mereka untuk rakyat? Atau jangan2 , kita memang hanya figuran di negeri milik mereka sendiri?
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai.
Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,.
@DivHumas_Polri@KejaksaanRI@prabowo
No viral no justice kata @mohmahfudmd
Bantu RT 🙏
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.