Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
Baru aja baca laporan investor asing di Indonesia.
Bersedia bayar pajak lebih banyak asal extortion dan corruption ilang.
Jangan nerima penjelasan investor kabur gara2 buruh nuntut gaji naik.
Pemerintah yg korup dan pungli ormas ini masalah sebenarnya.
Hahahaha.. kalem, tp menusuk tepat di ulu hati 😁
Ya bang Fery ya bang Media.
Keren
Tidak boleh lagi percaya spt orang2 Tua smp bang Ngabalin, yg memuja muji habis2an pdhl problematikanya Kita ketahui..
Lah.. yg diomongin ngekek aja dia 😏
"Klo bang Ngabalin, tidak mungkin sekelas presiden bisa Salah.. lah matematika 10+6 sj salah"🤣
"Mengelola negara tidak cukup dg niat mulia..
Sayangnya Pak Presiden hidup di th 1970 imajinasinya... Ketika negara lain berlomba memperkuat tekhnologi, industri, penciptaan lapangan kerja bernilai tinggi..."
Kita sibuk sm MBG & KDMP?! 🤪
Mundur wir...mundurrr...
Chinese academic: “Your army is killing innocent children.”
Israeli general: “No, we didn’t.”
Chinese academic: “Stop lying. You have killed more than 70,000 children in Palestine.”
Anggota DPR tidak dapat tunjangan mobil dan rumah :
" Tugas kami mewakili rakyat, tidak pantas diistimewakan !! "
Tapi ini di Swedia ya 😬
~ Pagii BPJS ~
@LambeSahamjja Pemerintah bukannya ngurusin rakyatnya malah bolak-balik sibuk denial dan nutupin kesalahannya sendiri is another level of I'M SO TIRED OF THIS SHIT
dis clown has never learned anything wkwkwkwkwk.
gini deh, fakta sekarang itu Prabowo itu first author loh ya, gimana ga fishy?
apakah pernah baca tulisan ilmiah?
lagian papernya udh ada jg di SRRN juga sih, it is what it is. malah mempermasalahkan pengajuan nobel mah ini buat glazing aja wkwkwkwk.
yg gw baca sih arahnya ini paper sampah aja buat legitimasi mbg 🤣🤣🤣, apart pake LLM mah itu udah jadi praktik aja ya.
program yang ga ada akuntabilitasnya dan banyak makan korban diklaim secara akademik sebagai trobosan baru yang bernilai di ilmu pengetahuan. ini mah ngelecehin ilmu pengetahuan itu sendiri.
negara yang ga peduli pendidikan malah nginjek2 pendidikan itu lebih kasar wkwkwkk.
jahat bener ye.
Kalo gak keburu ketauan bikin pake chatGPT gak akan mungkin tiba-tiba sebuah Badan Komunikasi yang diawaki Qodari bikin investigasi 🤣🤌
Emang gimana caranya investigasi bikinan sendiri?
Ngapusin prompt?
🤣🤌
disiden yang bagus dari Pak @kangdede78. Manakala membaca artikel ilmiah, sebagaimana kata Popper, memang harus menyisakan ruang untuk sangsi.
karena itu, bila membaca sejenak dan tidak responsif, apa yang tertulis di bawah adalah bentuk kecurigaan saya, baik secara substansi maupun formalitas pada paper dimaksud.
soalan programnya, sedari awal saya berpendirian, MBG mestinya dimoratorium, kalau tak ingin dihapus, atau bahkan dinyatakan inkonstitusional.
karena itu, saya melihat, langkah @Txtdariiugm membagikan artikel tersebut justru bagian dari ruang falsifikasi itu sendiri. Membuka jalan bagi koreksi dan klarifikasi dari pihak yang berkepentingan. Bukan amplifikasi yang menyesatkan, justru sebaliknya.
ijtihad semacam ini akan terus saya didukung. Tak perlu gentar, jaga terus daya kritisnya!