Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
Ini template tapi gue mau ngoceh: Indonesia bukan negara gagal, indo NEGARA MALAK. banyak pembangunan yg kacau karena setiap layer ada yang ngemis-ngemis bagian, kayak tukang parkir. Hasil? jalan tol bergelombang gaje, pabrik gajadi bangun, kampung kumuh. Akarnya BUDAYA MALAK.
Gak semua legenda butuh Ballon d’Or buat diakui. Ada yang cukup dengan tendangan bebas aja, dan itu udah bikin mereka diingat selamanya. Salah satunya? Juninho Pernambucano.
Buat yang belum tahu, ini cerita tentang pemain yang bikin kiper ngeri tiap ada free kick! ⬇️
Mau share playbook gw buat rekrut engineer ah~
Dalam waktu 3 bulan, me & recruiting partner screened 1000 engineers, interviewed 100, and finally hired 10 very high performing peeps.
Platform:
1) LinkedIn (Jobs & InMail)
2) SmartRecruiter
3) https://t.co/S9v20D2aQG (cc @TimmyBuilds) -- udah sepi sekarang
4) Tech in Asia
5) Campus Hiring
Schools:
1) Poin plus kalau dari Top Schools (UI/ITB/ITS/Binus/IPB/UMN)
2) Ini sinyal relevan karena tes kampusnya udah lumayan susah, dan program CS-nya cukup rigorous.
3) Bukan requirement, melainkan poin plus.
Jurusan:
1) Computer Science/Informatics
2) Information System
3) Computer Engineering
4) Kalau kandidatnya udah senior, jurusan ga terlalu penting
Preferred current/past companies:
1) Big companies: Traveloka, Gojek, GDP Labs, Shopee Indonesia
2) Startups: Cermati, Xendit, Moka, Ruangguru, HappyFresh, Kargo, Bibit, Sayurbox
3) Ini pengalaman personal. Extrapolated dari kandidat-kandidat yg pernah gw interview, biasanya mereka lebih perform. Culture kerja di tempat tersebut bagus & proses rekrutmennya technically rigorous.
4) Bukan berarti company yang ga masuk list ini ga bagus, tapi company yang masuk ini hit rate cukup tinggi (chance buat lolos interview + cocok pas kerja).
5) Ada beberapa tempat yg gw personally blacklist karena hit-rate sangat rendah (wont share lol)
Other good signals yang bisa dilihat di profil/CV:
1) Portfolio banyak & kompleks (selain tugas kuliah). Poin plus kalau produknya/kodenya live atau dipublikasikan. Jadi gw bisa sambil kepoin dan assess.
2) Sering menang or at least ikut lomba competitive programming atau CTF (capture-the-flag). Ini nunjukin kalau dia punya very strong logics and analytical skills.
3) For me, GPA/IPK doesn't matter much. Sering liat IPK close to 4.0 tapi ga bisa kerja, whereas IPK 2 koma tp sakti bgt.
4) CV rapi, concise, achievement oriented (ga cuma tulis jobdesc), dan ga ada typo. Nunjukin kalau orangnya komunikatif & punya attention to detail.
HR interview structure
Buat recruiter yang kerja bareng gw, gw udah bekali struktur yang bisa assess banyak hal in a short amount of time (buat 1st HR phone screen).
1) Introduce yourself and tell the candidate where you’ve got their contact info.
2) Share about our company, its mission, latest milestones, its products.
3) Let the candidate introduce themselves and their work experience.
4) Listen and highlight some of the questions you would like to ask to the candidate;
--- Related to their previous biggest accomplishments (proven by data and/or metrics).
--- Their most complex projects.
--- How they manage several team members (eg. daily standup, weekly sprint review, 1on1 session, etc.) (If he's a lead/manager)
--- The tools they’re familiar with.
--- Discuss with the candidate about their experience and ability related to the jobdesc & requirements of the role needed. It is necessary to let them know about our expectations for the role.
5) Ask the candidate why they’re interested in exploring the role in our company. The reason they’re looking for another opportunity.
6) Ask the candidate about their expected salary, notice period, and companies they’re in the recruitment process for now.
7) Tell the candidate about our recruitment process stages and let them know they could also reach you out if they have any further questions.
8) Ask the candidate if they have any questions about our company or about the current role needed.
9) Thank them for their time and the discussion.
10) Send them links to news articles about our company and current open job vacancies via WhatsApp.
BE vs FE vs Mobile vs Full-stack
Gw ga terlalu membeda-bedakan role antar stack (unless perlu senior yang expert bgt).
Jadi playbook di atas itu works well buat stack apapun.
Ngaruhnya paling di seberapa cepet orangnya bisa dionboard & produktif ke project.
Kalau stacknya sama => langsung bisa digas kerja
Kalau stacknya beda => perlu waktu buat belajar & penyesuaian.
Tapi jangan dipaksa juga, kalau anak BE benci CSS ya jangan dipaksa ngerjain frontend. Nanti malah ribet.
Kalau anak frontend yang suka desain & ngerjain UI, ya jangan dipaksa buat ngerjain infra. Unless anaknya mau.
Gitu genks...
Semoga berguna buat para technical rekruter & manajer yang lagi hiring.
Dan semoga berguna buat para engineer biar tau apa aja yang biasa dilihat sama company.
PNS DAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
Sebelum lolos seleksi cpns, saya tidak pernah tahu apa itu pejabat pembuat komitmen (ppk). Barulah ketika menjadi cpns saya mengerti apa itu ppk dan ketika saya melihat alur kerja ppk ini, ditambah ppk ini adalah sebuah tugas tambahan yang
Tips Menghindari Aquaplaning/Hydroplaning
Sedikit cerita dulu yah...
Semalam diinfo temen saya @dyxz__ katanya sodaranya kecelakaan tunggal gegara aquaplaning pake SUV sampai roll 1x dan hasil impactnya sampai begini.
Hasilnya kaya gini nih dan gilanya tuh Airbagnya ga ngembang, padahal kondisi unit liat sendiri ajah, intercooler, radiator dan bumper rontok, wkwkwk
Selain mahal, sungguh terkadang tuh saya bingung sih dengan mobil jaman sekarang antara emang build quality yang terlampau keren sampe kecelakaan kegini airbag ga ngembang atau ada sesuatu yang yaaa you know lah...
Namun ini bukan tentang Airbag Paman... wkwkwk
Oiya disclaimer, Alhamdulillahnya sodara temen saya baik baik saja kok, walopun ada cedera di beberapa titik
Okay back to the topic, jadi apasih Aquaplaning atau Hydroplaning itu?