Tuhan harus mengikuti keinginan-keinginan kita. Memangnya Tuhan siapa? Dia yang pelayan kita atau kita pelayan Tuhan? Manusia sungguh tidak memahami posisinya di depan Tuhan. Iya, bagaimana mungkin kita memahami jika kita bahkan tak mau peduli perkataannya dalam kitan-Nya?
Maka, ketika kita menyerahkan semua urusan kepada-Nya, tak perlu lah kita recall lagi semua itu. Hanyutkanlah, lepaskanlah. Biarkan pikiran kita kosong agar kita bisa kembali menjejak, kembali merasa, hidup untuk saat ini. Bukan untuk masa depan ataupun menyesali masa lalu.