Betul pak. Dan dalam berbagai bahasa, tentu berbeda-beda penerapannya. Dalam bahasa "barat", hal itu terungkap dalam tata bahasa dan kosa katanya. Selama menggunakan kosa kata dan tata bahasa itu, orang tahu bahwa dia sedang bersikap sopan dan minta tolong. Meskupun, misalnya, orang yang meminta tolong itu menatap langsung ke mata lawan bicara dan bersuara tegas. Di bahasa 'timur', menurut pengamatan saya, orang menggunakan mimik, gestur, dan intonasi yang berbeda untuk kalimat yang kurang lebih sama. Atau menggunakan kata 'mungkin', seperti pengamatan Bapak di atas. Jika orang 'timur' berbicara dengan orang 'barat', bisa jadi terjadi kesalah pahaman. Orang barat (yang mendengar orang timur itu berbicara bahasanya) mengharapkan kosa kata atau tata bahasa tertentu untuk mengungkapkan kesopanan. Orang timur, yang sekedar menerjemahkan isi kepalanya dan belum berbicara bahasa asing itu dengan 'jiwa raganya', menambahkan kata 'maybe' sesuai dengan kebiasaannya di lingkungan pergaulannya.
Menurut pengamatan saya belajar bahasa-bahasa Eropa (baik germanic maupun roman) secara prinsip di bahasa barat juga ada. Saya lebih akrab dengan bahasa Jerman daripada bahasa Inggris, dan di tata bahasa Jerman ada "Konjunktiv 2". Jadi misalnya kita bertanya atau minta tolong, kita menggunakan kata "mengambang" untuk menunjukkan kesopanan, bahwa kita minta tolong, bukan memerintah. Misalnya kita bertanya ke seseorang apakah mungkin seseorang datang, kita tidak menggunakan tenses biasa untuk present/future: "Ist es möglich, dass Sie kommen?" Melainkan kata kerja yang menunjukkan 'ketidakyakinan': "Wäre es möglich, dass Sie kommen?". Nampaknya mirip bahasa Inggris, alih-alih "Can you...", digunakan "Could you...". Latar belakang pemikiran menggunakan "mungkin" ada di setiap bahasa, hanya gramatika kita beda dan tidak ada konjungsi kata. Maka orang - bukan penutur asli - menerjemahkan langsung dengan "maybe", yang ditangkap lain oleh penutur asli, yang mempunyai konjungsi kata untuk mengekspresikan 'ketidakyakinan demi sopan santun' tersebut.