Kembali lagi, mantra-mantra live. Tidak pernah bosan, dan selalu menghayati lagunya. Emang keren. Makin keren karena hari ini bisa salaman, terus foto bareng. Mantra-mantra in the sky! @KuntoAjiW
Para pemain Arsenal (seriusan pemain Arsenal) yang memberikan G/A selama game pertama babak group piala dunia 2026:
- Havertz: 2 goals
- Gyokeres: 1 goal, 1 assist
- Odegaard: 1 assist
- Saka: 1 assist
- Rice: 1 assist
Menurut laporan @DAZNFutbol berdasarkan konfirmasi pihak Kepolisian Metropolitan London, parade juara Arsenal dihadiri oleh 1,5 juta orang dan itu jadi yang terbesar sepanjang sejarah di Inggris.
Pantes fans Arsenal dibenci, banyak yang delusional.
🚨🚨| 𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐈𝐍𝐆: 💣
Arsenal have been Voted 🗳️
THE MEDIA’s MOST INFLUENTIAL CLUB OF THE YEAR
They are the Only club to generate the highest mentions, tags & interactions on social media and also the most talked about club in the year 2025/2026 🔥🗣️
PARAHHH!! PECJAHH!! HINGAR BINGAR PARADE PERAYAAN GELAR PREMIER LEAGUE ARSENAL BENAR-BENAR MELEDAKK Di LONDON 🔴⚪️
🥳🎆🎉🎊🧨💥🪅💣
Moment Seperti Ini Pasca Kekalahan di FINAL UCL!! Gelooo Gooners Gak di Medsos, Gak Dunia Nyata!! LOYALIS SEJATI 🫡👏
@saidmanaf 4 shots on target / 21 attempts
= 19% conversation rate on target.
3 big chances / 21 attempts
= 1 peluang per tujuh percobaan.
2 missed golden opportunity dari 3 big chances? Berarti cuma satu doang yg bisa dimanfaatin? 😭
Gak nyaman itu walaupun pegang bola & nyerang terus.
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
Sebenernya semua masih bisa terjadi. Arsenal masih mungkin kepleset lagi. Manchester City masih mungkin nyalip lagi.
Tapi jujur lebih milih Arsenal juara musim ini 🫣
Sebagai apresiasi akan perubahan pandangan yg mereka alami musim ini.
Musim ini, Arsenal seakan jadi "public enemy" karena gaya main mereka.
Bahkan sampai dilabeli 'haramball'. Padahal secara rata-rata, mereka masih menguasai lebih dari 55% bola, peringkat tiga dalam urusan sentuhan di kotak lawan, jumlah penciptaan peluang besar, dan xG (setidaknya hingga pekan 35 ini).
Hanya karena permainan yg bagi sebagian orang kurang enak di mata, pertahanan kuat, dan sangat mengandalkan bola mati, mereka dimaki.
Para suporter Arsenal pun berbondong-bondong membela klub kesayangan mereka setiap kali serangan ini muncul.
Entah sadar atau tidak, musim ini telah berhasil mengubah pola pikir mayoritas dari mereka.
Karena ada masanya, Arsenal adalah tim yang sangat bangga akan "permainan cantik" mereka.
Ketika klub Inggris lain seakan menghalalkan segala cara untuk tiga angka, Arsenal asuhan Arsene Wenger berprinsip bahwa menang harus memanjaka mata. Harus dilakukan dengan gaya 🕺
Di Inggris, Arsenal lah yang mulai menanamkan pemikiran bahwa sepakbola itu harus memberikan harapan. Menang jangan asal, tapi juga harus "indah". "Victory through harmony," yang jadi motto Arsenal bahkan ikut dikaitkan dengan hal ini.
Namun, liat mereka sekarang. Mereka lelah main "indah" ala Wenger. Mereka mengorbankan idealisme yg ada, dan berhasil melihat keindahan dari sisi yg berbeda 🪟
Sekarang, Arsenal bangga jadi "Corner Kick FC", dan suporternya mati-matian membela hal itu.
Padahal dulu, Wenger yg menyebut Stoke City klub rugby 🏉
Dulu, melawan tim yg kuat secara pertahanan, dan efektif transisi sering bikin suporternya frustasi.
Setelah bertahun-tahun melihat Philippe Senderos, dan Pascal Cygan. Paling bagus mungkin Kolo Toure, Thomas Vermaelen, dan Laurent Koscielny. Musim ini, pertahanan kuat akhirnya mulai mereka apresiasi 🧱
Walaupun masih ada peluang untuk terpleset lagi. Akan menjadi kepuasaan tersendiri melihat Arsenal juara seperti ini.
Terlepas dari benar atau tidaknya label yg disamatkan pada mereka, karena semua bisa diperdebatkan. Ada yg mengatakan, persepsi adalah relita.
Berhasil juara pastilah prestasi. Prestasi yg sudah lama dinanti. Sekalipun di dalamnya terdapat ironi 🍺😉
Kalau Arsenal berhasil juara, momen Declan di clip ini bakal aku inget banget sih.
Banyak yang bilang dia performative, tapi mental kayak gini yang dibutuhin pas lagi di keadaan under pressure. Apa yang Declan tunjukin tuh having beliefs & faiths. It’s not over until it’s mathematically impossible, ini super duper penting di title race.
Beliefs tuh ngebentuk cara kita berpikir, ngaruhin perilaku kita, dan punya peran besar dalam gimana kita membentuk realitas hidup yang kita mau. Makanya the most successful people around us are mostly “delusional”. They dream big, they don’t fold under tough circumstances. Aku hampir nggak pernah ketemu sih orang keren di hidupku yang punya mental sebaliknya haha.
I love how Arsenal has shown this, hopefully they will continue until the end because it’s not over yet for both Arsenal and City. Let’s not celebrate too early.
Dan buat kita semua, may we find strength in every pressure, and rise from every hardship, always returning to the best version of who we truly are.