โ
Rangkaian acara akhirnya mencapai penghujung ketika pembawa acara menyampaikan penutupan resmi. Usai mengucapkan selamat kepada para wisudawan, Kennedict memutuskan untuk kembali ke asrama.
โ
โ
The bustling streets of Diagon Alley led Kennedict to @AH_MMRShop. Stepping inside, he offered a polite nod. "Good morning, I'd like to confirm my DHG purchase, please. Thank you."
โ
@AH_MMRShop โ
The bustling streets of Diagon Alley led Kennedict to @AH_MMRShop. Stepping inside, he offered a polite nod. "Good afternoon, I'd like to confirm my uniform purchase, please. Thank you."
โ
แ
Tak ada jawaban yang datang. Dilan tidak menunggu lebih lama. "Duluan, ya." Lagi-lagi hanya keheningan yang menyambut dari @amouirenes. Ia pun menarik gas perlahan, lalu melesat lebih dulu ke dalam gerbang sekolah.
แ
โ
Mentari pagi telah berani membakar langit, seolah lupa bahwa hari bahkan belum benar-benar dimulai. Panasnya menyengat kulit, namun tak cukup kuasa mengurungkan niat seorang pemuda Bandung untuk berangkat ke sekolah.
โ
แ
"Tapi suatu hari nanti, kamu pasti akan naik motorku," katanya. Tatapannya sesaat lurus ke depan, memandangi jalan yang mulai dipenuhi murid-murid. "Percayalah," tambahnya, seakan kalimat itu bukan sekadar tebakan, melainkan keyakinan yang sudah ia simpan sejak tadi.
แ
แ
"Mau ikut?" tanyanya ringan, sesederhana seseorang yang menawarkan tumpangan pada @amouirenes, tetapi terdengar seperti sedang mengajak memulai sebuah cerita.
แ
แ
Mesin motor itu masih menggeram pelan, mengisi pagi yang perlahan mulai ramai. Dilan memperhatikan Milea yang bahkan belum juga menoleh ke arahnya. Ia lantas memiringkan wajah, dagunya memberi isyarat ke bangku belakang motornya.
แ