Perjuangan ayah mencari nafkah untuk anak satu2nya di Bali. Nampak seorang anak ikut menemani sang ayah berjualan nasi goreng dari sore sampai larut malam karena dirumah tidak ada yang menemani, sang ayah telah bercerai dengan sang ibu. Semoga laris Pak🙏
ig: stellaazefanya
Part 2
Video tanpa sensor, cek kanal telegram/whatsapp, link di bio
Dunia pendidikan kembali berduka setelah beredarnya video perun*ungan brutal yang melibatkan siswi SMP di Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.
Aksi tidak terpuji ini terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, dan kini tengah menjadi sorotan tajam publik.
Dalam rekaman yang viral di grup WhatsApp, terlihat korban yang mengenakan baju olahraga bernomor 05 dipaksa mencium kaki dua pelaku di sebuah area hutan.
Tak berhenti di situ, korban mengalami tindak kek*rasan fisik berupa pem*kulan dan pen*ndangan secara berulang kali. Ironisnya, para pelaku juga sempat berpose setelah melakukan aksi beringas tersebut.
Warga setempat mendesak adanya perhatian serius dari Dinas Pendidikan, KPAI, serta aparat penegak hukum agar kejadian ini tidak terulang.
Saat ini, kasus tersebut dilaporkan telah masuk dalam penanganan Unit Reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat berharap para pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal guna memberikan efek jera, mengingat tindakan agresif ini sudah di luar nalar seorang pelajar.
Petugas & satpam spbu melakukan penganiayaan kpd kakak beradik krn tidak terima ditegor melakukan body shamming ke cewek baju pastel.
Lah si bodat! Udah salah body shammingin orang, ngga terima ditegor, malah ngatain lon & mukulin orang.
Kejadian di spbu stabor kuala, Sumut.
Fendi, bocah asal Jeruken, Girisekar, Panggang, Gunungkidul merelakan kesempatan belajar di bangku Sekolah Dasar. Pilihan sulit berhenti sekolah ia ambil karena ingin menunggu ibunya di rumah. Ibunya 3 tahun silam mendadak buta. Tak cukup itu, kelumpuhan nyaris total dialami. Fendi tak bisa tinggal diam melihat kenyataan itu, ia memilih berhenti sekolah untuk menjaga ibunya di rumah. Sementara itu, ayahnya tak lagi mampu bekerja secara optimal. Sebab, kondisi fisiknya juga kian ringkih. Kakak pertama Fendi, usai lulus SMP telah memikul beban berat. Dia bekerja di kota sebagai tulang punggung keluarga. Sementara itu, kakak kedua masih menggengam semangat menuntut ilmu di bangku SMP. Keluarga ini memang tak luput dari perhatian pemerintah. Segenap Bansos, mulai dari BPJS, PKH, BPNT telah diterima. Sekalipun begitu, melihat kisah Fendi, warga sekitar dan tokoh masyarakat iba. Bujukan dan rayuan agar Fendi kembali bersekolah belum membuahkan hasil.
Sebuah kisah mengharukan datang dari Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, di mana seorang anak laki-laki terlihat berjualan rujak buah sebagai menu takjil di pinggir jalan. Anak tersebut menggelar dagangannya menggunakan keranjang plastik sederhana tepat di depan pintu masuk kampung bazar takjil, di depan Masjid Agung Sidareja, mulai pukul 16.30 WIB. Berbeda dengan pedagang lain, ia berjualan bukan untuk mencari keuntungan besar, melainkan demi bisa mendapatkan sesuap nasi untuk bertahan hidup hari itu.
Viralkan agar Refpin mendapatkan keadilan!!
Jangan karena anggota DPRD bisa membeli hukum seenak jidat.🫵🏼
Seorang asisten rumah tangga (ART) bernama Refpin, menjadi tersangka karena diduga mencubit anak majikannya yang merupakan anggota DPRD Bengkulu.
Padahal di dalam rekaman CCTV tidak terlihat apa yang dituduhkan dan tidak ada satupun saksi yang melihat.
Sang majikan menawarkan penyelesaian kasus secara kekeluargaan dengan syarat Refpin mengakui apa yang dituduhkan.
Namun Refpin menolak karena dia merasa tidak melakukan kekerasan tersebut.
Namanya Agis,
Setiap hari duduk didepan sebuah swalayan menjajakan Lukisan yang dia lukis sendiri...
Dia tidak meminta minta, tapi berusaha untuk berkarya untuk dapat menopang hidupnya...
Buat Kelen yang kebetulan lewat daerah Ciledug, tolong beli 1 lukisannya...
"Tidak ada yang menyakitimu kecuali itu pikiranmu, tidak ada yang membatasimu kecuali itu ketakutanmu, tidak ada yang mengendalikan kamu kecuali itu keyakinanmu. "
Maulana Rumi