Beberapa bahasa memiliki kemiripan.
dekat + -kan
Indonesia ➡️ dekatkan
Sunda ➡️ deukeutkeun
Banjar ➡️ parakakan
Cirebon ➡️ parekaken
Jawa ➡️ cedhakke
❓❔❓❔❓❔
Mirip dengan bahasa mana kira-kira?
Kata "klaim" itu dua suku kata, kan?
Tidak nyaman saja dengan "mengeklaim"
—terlalu panjang—entah ditulis, entah diucap.
Kamu tim mana?
➡️ mengklaim
➡️ mengeklaim
Apakah ada kata lain yang memiliki diftong tertutup seperti itu?
Jadilah
➡️Indonesia: pukul 4
➡️Sunda: tabuh 4
➡️Inggris: 4 o'clock
Arti pukul dan tabuh sama.
Apakah clock juga?
Saat bertanya, Inggris berbeda.
"Pukul berapa sekarang?"
"Tabuh sabaraha ayeuna?"
"What time is it?"
Dalam bahasa Inggris yang digunakan KALInya, ya, bukan PUKUL?
Kata untuk penanda waktu memiliki konsep yang sama.
🕑 pukul = tabuh = clock (?)
Mungkin zaman dulu ketika belum ada jam seperti sekarang, pergantian waktu ditandai dengan kentongan, lonceng, atau beduk yang dipukul sesuai dengan waktunya.
Misal:
🕑 04.00 → dipukul empat kali
di umur berapa kalian tau kalo istilah-istilah gaul jaman dulu punya rumus (1 huruf/1 suku kata pertama) + OK + (1 huruf/1 suku kata berikutnya)?
Contoh:
Berak —> B + OK + er = Boker
Mati —> M + OK + at = Mokad
Gila —> G + OK + il = Gokil
Bapak —> B + OK + ap = Bokap
Tai —> T + OK +ai = Tokai
apalagi yaa?
Literasi Kita harus ditingkatkan!!!
Seorang Ayah di Bengkalis Sedih,mengeluh di Media Sosial karena Putri Kesayangannya katanya "Tidak Lulus" kata Sang Ayah.Padahal Kalau dibaca Dengan Teliti dengan literasi yang baik itu adalah Lulus, karena tidak termasuk siswa/i yang tidak lulus Coba anda baca surat pengumuman hasil kelulusan berikut ini dan berikan komentar di ruang komentar.
menurut kalian gimana guys?
sc:threadssa.nde841
@ivanlanin Apakah beliau mengimplementasikan undang-undang ini, Uda?
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
@ivanlanin 😅 Baiklah.
Saya mengartikan bahasa daerah secara terminologi soalnya, jadi kaget.
Satu tambahan yang saya ketahui, Uda, di wilayah Indramayu-Cirebon digunakan "kesuwun".
Untuk gawai, kukira cukup berhasil menggantikan gadget.
Nah, di sini apakah ada yang menggunakan ini?
🔅diska lepas ➡️flash disk
🔅diska keras ➡️hard disk
Lalu, membedakan ini juga?
🔅penyuara jemala ➡️headphone
🔅penyuara telinga ➡️earphone
🔅perangkat jemala ➡️headset
Bahasa Indonesia sekaya ini.
H - 4 ➡️ patan ano
H - 3 ➡️ kila mulai
H - 2 ➡️ selumbari
H - 1 ➡️ kemarin
📍H ➡️ harini
H + 1 ➡️ besok
H + 2 ➡️ lusa
H + 3 ➡️ tulat
H + 4 ➡️ tubin
H + 5 ➡️ kuden
H + 6 ➡️ lupet
H + 7 ➡️ lanet (pekan depan)
#diksiaf
Bahasa Indonesia sekaya ini.
H - 4 ➡️ patan ano
H - 3 ➡️ kila mulai
H - 2 ➡️ selumbari
H - 1 ➡️ kemarin
📍H ➡️ harini
H + 1 ➡️ besok
H + 2 ➡️ lusa
H + 3 ➡️ tulat
H + 4 ➡️ tubin
H + 5 ➡️ kuden
H + 6 ➡️ lupet
H + 7 ➡️ lanet (pekan depan)
#diksiaf
Dua kata dari asal yang sama:
➡️ syiar & siar
➡️ fardu dan perlu
➡️ mengaji & mengkaji
➡️ syahadatain & sekaten
➡️ pandai & pande
➡️ bangku & bank
➡️ sahaya & saya
Sepertinya ada yang baru-baru ini dibedakan, apa, ya? 🤔
Lupa.
Doblet (doublet) adalah dua kata berbeda arti yang berasal dari satu asal (etimon).
Contoh:
- amanah & amanat
- berkat & berkah
- kadar & qadar
- kurban & korban
- lafal & lafaz
- tuan & Tuhan
Ada yang tahu doblet lain?
Gimana kamus bisa bikin sebagian orang bodoh: Misal di kamus disebut bahwa kata A artinya X, lalu di dunia nyata hampir semua orang memakai kata A dengan arti Y. Si pembaca kamus ngotot bahwa A harus X, lalu orang lain ngomong A, dia pura2 tak tau kalau maksudnya itu Y, dsb
Di benak orang2 gini, kamus lah penguasa bahasa, jadi apapun yang di luar itu pastilah salah & tak mungkin maknanya lain. Yang begini2 akan sering berantem dengan orang di mana2 karena dia salah paham mulu
Gak suka banget sama arti kata bahasa Indonesia dari “Government” kenapa harus “Pemerintah” sih?? Ganti kek!!! 😭
Kesannya jadi overpower, antikritik, anticela, yang suka merintah2in orang doang.
Baiknya diganti pake istilah apa ya? @ivanlanin@narabahasa
@insidefolkative Maaf, ini melanggar
Pasal 33 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
dan
Pasal 28 Perpres Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.
Dalam Bahasa Arab, kenapa digunakan هو (He) untuk merujuk kepada Allah ﷻ ialah kerana هو/He merujuk kepada kata ganti nama standard bagi sesuatu yang tunggal yang bukan perempuan dan bukan jamak (plural).
Jadinya, al-Qur’an menggunakan هو bukan kerana Allah itu lelaki, tetapi kerana tatabahasa bahasa Arab memerlukan kata ganti bagi sesuatu yang tunggal dan bukan perempuan, dan dalam bahasa Arab, هو, bukan “it” digunakan untuk rujukan tersebut.