Sekarang gue sholat udah gak kayak dulu, beneran gue anggap itu me time gue semacam yoga terus yapping sama Tuhan, dan ternyata disitu gue ketemu kliknya. I thought i kept coming to God bcs i was afraid. Turns out, i keep coming back bcs being with Him feels like peace.
this is why my dua is always about kelancaran, kemudahan, diangkat hal hal yang membebaninya, dekatkan oportunitiesnya, dan kalau belum, dihalalkan rezekinya
Lost my spark-nya lagi kenceng banget akhir-akhir ini. Lagi males ngejar apa pun, males berharap ke siapa pun. Cuma pengen menjalani hari ini karena emang masih bernapas aja. No target, no ekspektasi, cuma survive mode on.
tolong berhenti untuk stres. ingat, kamu punya hati yang baik, vibes yang manis, dan jiwa yang tulus. percayalah, semesta akan berpihak sama kamu dan semua bakal baik-baik aja.
Di buku The Let Them Theory tuh kamu gak bisa maksa orang buat ngertiin kamu, milih kamu, loyal ke kamu, dukung kamu dan selamanya sama kamu.
Semakin kita ngejar orang lain, semakin kita kehilangan diri sendiri. Nggak semua orang layak dapat energimu.
"Let them"
sumpah ini jahatnya kebangetan.
gimana kalau ternyata si cewe saat pacaran sama dia merupakan versi terbaiknya, sementara cowo itu jadi versi terbaiknya dengan orang baru wkwk.
ga adil si, dia pergi disaat kasi racun pada bunga yang mekar dengan indah untuk dia cium aromanya.
repeating "YA ALLAAAAH LONCAT AJA KALI YA GW" 1000x in my head and then remember all the things & souls i'm responsible for and then move on bcs i cannot afford to die rn
Ex gue dulu ga pernah ngabarin dia mau steril atau udah pulang, dsb
Sampai gue paham-paham sendiri. Gue cuman minta “kabarin kalau mau berangkat dan udah pulang” itupun kadang gak dipenuhi
Suatu saat gue kangen minta call pas malem, dia call sambil main genshin.
Mending putus.
kadang yang menurut kita hurt banget, di orang lain cuma small thing yang lewat aja. bukan karena dia jahat, emang beda aja cara ngerasanya. kita expect dimengerti, tapi dia bahkan nggak kepikiran. jadi kadang bukan siapa” yang salah, we’re just not on the same page.