bang kaos lima ribu… haahh nawar dicekek.... ohh... hmm empat ribu boleh bang?? eh… *nngHHjjkkkk* UHUK… bang cekek… hahh… hah.. UHUK… bang saya tawar…. dua ribu deh bang??? *NNNGHNNHGHMHH* bang gopek lima… gimana… HAH… UHUK UHUK *hOEKEKEKEK* 3 rebu yak *HHjjkKmhnghh*
ga heran kalo indonesia jadi negara penyiksa hewan nomor 1 di dunia.
tahun 2025 aku pernah diwawancara langsung untuk membahas ini.
tebak, apa yang bikin penyiksaan hewan tinggi banget di indo? bener, lemahnya hukum.
btw ni orang bukan anak-anak lagi ya. channel youtubenya besar banget dan penyebarannya tinggi.
selain itu, penonton yang kemungkinan besar adalah anak-anak bisa reply di kolom komentar untuk minta hewan yang dia kontenin.
cara itu kemungkinan dia lakukan supaya memancing penonton untuk subscribe dan interaksi di channelnya.
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.