Good morning. Woke up to $1 now equals 18.100 rupiah. Pertamax has risen from Rp12.300 to Rp16.250, and 5kg rice from Rp75.000 to Rp90.000. If you see nothing wrong with Indonesia's current fucked-up situation, you're either a nepo baby or braindead assholes who voted for 02.
Im slowly coming back from really long and bad depressive episode and im gonna tell why:
It’s so painful to get back into socialization and see how “normal” other ppl’s lives are. They talk about plans while i barely can be sure i will brush my teeth. It makes you an alien
Mad sequence. Rice wins ball cleanly. Vitinha hand balls it to take it away from rice. Vitinha holds rice leg. Rice clips neves but doesn’t stop him. Saka wins the ball cleanly off neves.
Referee… free kick to PSG. Investigate this guy. Check his property portfolio next year.
Y ya dejando de lado las chicas, se demuestra una vez más que la grandeza no se compra.
Podrán comprar títulos y miles de jugadores, pero esto no.
El City ganó el triplete y había veinte personas en la calle.
Es imposible comparar un equipo con el otro.
Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka.
Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya.
Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an..
Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan.
Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final.
Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar.
Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang.
Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang.
Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi.
Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera.
Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya.
Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah.
Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi.
Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi.
Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡
My last relationship taught me that someone can hold you close, pretend to love you, and look at you like you're their entire world all while building a new one behind your back.
For everyone who suffered through 8-2.
For everyone who half 6 at Stamford Bridge in Wenger’s 1,000th game.
For everyone who suffered through Baku.
For everyone who had to go to school after conceding 10 to Bayern.
Today is for you. Drink it all in. We deserve this.
Min 26 Rice is jogging back to defend a counter attack. Tracks Hannibal’s 60 yard run into our box and cuts it out.
Multiple seasons now.. Declan is an absolute monster and that is his bread and butter.
His play style is non-stop & empowering. Opponents just lose their will.