life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
skrg tbtb bnyk bgt yg suka baca buku fisik lg, gramedia udh mulai penuh lg. Komunitas baca jg growthnya gede bgt setahun belakang ini. Kalo kmn2 jg sering liat org nenteng buku fisik atau ebook reader. Terharu & happy bgt huhu! Semoga sparks org2 utk baca buku lg bertahan lama yaa
gue pengen banget bisa memeluk diri gue, anak perempuan kuat itu
gue pengen dia tau bahwa dia ga perlu merasa gagal, gue pengen dia tau bahwa segala ketidaktahuan dan ketidakmampuannya itu bukan sebuah kesalahan, gue pengen dia tau bahwa dia kuat sekali sampai detik ini dan itu cukup.
Seru juga yaa film The Odyssey. Suka banget kata-katanya yang,
“The most we want is what the most we can’t have, and what the most we can’t have is what we already had and lost”.
Akhir-akhir ini baru sadar kalau aku ternyata termasuk lazy ambitious.
Mimpinya banyak. Targetnya juga banyak. Tapi kelas, loker, webinar, sama info-info pengembangan diri kebanyakan cuma numpuk di bookmark. Pas kesempatan lewat, baru nyesel karena nggak mulai dari awal.
Ada yang pernah ngerasain fase kayak gini juga? Kalian keluarnya gimana????
Tadi abis seminar sama psikolog, dia bilang: bukan kewajiban kalian buat orang seneng sama diri kalian, kewajiban kalian adalah seneng karna diri kalian sendiri. Terlihat simple tapi ga semua orang bisa terapin hal itu. Pulang seminar gue masuk angin gegara duduk depan blower.