↪
"You drive," ucapnya lagi ketika sampai di samping mobil sport mewah dengan merk Tesla, yang cukup menarik perhatian di parkiran itu.
Haneul membuka pintu mobilnya dengan kartu dengan merk senada, yang sebelumnya telah diberikan kepadanya.
< @valdinrwngs >
↪
Tanpa pikir panjang, Haneul mengambil langkah menuju lokasi parkiran dimana sebelumnya ia telah mendapat notifikasi mengenai yang telah disediakan untuk misi kali ini kapal pesiar di pelabuhan.
"Ayo," serunya lagi.
↩
↪
"How many? How many times do you want to end someone's life that is closer to you? Is it so fun for you to try to kill Dennis? Kill others? And now, me? Is that easy for you?" ucapnya blak-blakan berharap gadis itu sedikit memberinya peluang hidup.
< @vallpucino >
↪
Haneul berusaha keras menggapai tangan gadis bernama Valerie yang berada dihadapannya kini, sekuat tenaganya. Namun, apa daya, dirinya yang masih belum bisa masuk ke dalam tubuh aslinya tidak bisa menggapai sesuatu sedikit pun.
↩
↪
Berpura-pura seperti sosok yang baru saling kenal, Haneul menyodorkan tangannya ke arah orang yang ia kenali itu.
"Haneul, Lee Haneul, salam kenal," ucapnya seolah memperkenalkan dirinya.
< @valdinrwngs >
↪
Tidak kecewa namun juga tidak begitu senang. Di dalam kepalanya kini muncul beberapa pertanyaan, 'Bagaimana bisa Valerie memasangkan ia dengan Jimin? Apa Valerie mengetahui sesuatu?'
Haneul tentu tidak mau jika nanti Jimin, yang sudah dia anggap adik akan terkena imbas.
↩
↪
Jemarinya langsung menekan nomor yang tadi mengiriminya pesan. Segera melakukan panggilan pada nomor tadi sembari fokusnya ia tuju pada sosok yang familiar baginya.
"Yeoboseyo, Jooho-ssi?"
< @valdinrwngs >
↪
Sudut matanya menyisir beberapa bagian di toko kopi itu. Hingga sosok yang rasanya cukup familiar baginya dari tampak belakang teruna itu, membuat Haneul mengernyitkan dahinya.
Tidak begitu pasti, apa orang itu adalah orang yang ia cari maupun orang yang ia kenali.
↩