Yang seharusnya tidak mahal ;
- BUAH,
- BUKU.
- DAGING
- SAYUR Fix
- Sekolah
- Faskes
- Minyak kelapa sawit
- Seafood
Yang harusnya naik:
- Gaji
- Pasar saham
- ekonomi negara
- Daya Beli masyarakat...
Mimpi basah WNI
- rupiah 5000/usd
- UMR 15 juta/bulan
- harga rumah layak huni 500juta cicilan 0% no bunga
- MBG di tutup selamanya
- Dana MBG dialihin jadi program sekolah gratis hingga S1
- Nikah di modalin ortu
- cuti kerja kagak di tanyain buat apa
Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.
gaji gw 148jt/bulan sbg content creat & affiliator, ada pun bbrp bisnis properti. bulanan uang cuma kepake 10-30jt.
1 bulan sekali staycation di luar kota, kadang keluar negeri krn bingung uang mau diapain.
tabungan pensiun udah ke kumpul almost 20M. rumah ada (cash tanpa riba). mobil punya 2. di umur segini hidup di Jkt dengan apa yg ada rasanya nyaman banget jujurr. the real 'slow living'.
dan ini semua baru doa gw sihh, lagi coba manifest siapa tau beneran kejadian nanti. Amiiin
gue mau cerita tentang temen gue.
sebut aja dia R.
dulu gajinya 7 juta.
dan tiap kali kami ngobrol, dia selalu bilang satu kalimat yang sama:
"Val, nanti kalau gaji gw udah 15 juta, baru deh gw bisa nabung. Baru deh hidup gw beres."
gue dengerin. gue angguk-angguk. gue percaya.
tiga tahun kemudian, gajinya beneran naik.
bukan 15 juta.
17 juta.
gue seneng banget waktu dia kabar. gue pikir sekarang hidupnya udah oke. udah bisa nabung. udah beres kayak yang dia bilang dulu.
sampai kemarin dia chat gue.
"Val, lo bisa pinjemin 500 ribu nggak? Buat nutup tagihan."
gue bengong lama di depan layar HP gue.
kita ketemuan.
gue tanya pelan: "lah kok bisa?"
dia diem sebentar.
terus jawab satu kalimat yang sampai sekarang masih muter di kepala gue:
"Gaji gw naik. Tapi gaya hidup gw naik lebih kenceng."
gue kira dia bercanda.
dia buka notes HP-nya dan nunjukkin ke gue.
gaji: 17 juta.
pengeluaran:
kos: 4 juta. makan dan kopi: 3,2 juta. cicilan HP: 1,1 juta. paylater: 2,4 juta. transport: 1,8 juta. langganan aplikasi: 600 ribu. jajan random: 2 juta. transfer keluarga: 1,5 juta.
sisa?
kadang nol.
kadang minus.
gue tanya: "paylater 2,4 juta itu buat apa aja?"
dia diem bentar.
"ya... barang kecil-kecil doang."
kaos 89 ribu. sepatu diskon. skincare. makan promo. top up game. barang lucu dari live shopping. checkout karena takut stok habis.
satu-satu kelihatannya kecil.
tapi pas digabung, jadi satu monster yang nagih tiap bulan.
yang bikin gue serem bukan belanjanya.
tapi kalimat pembenarnya.
"lagi diskon."
"mumpung murah."
"cuma 30 ribu."
"gratis ongkir."
"bulan depan juga ketutup."
dan dia bilang satu hal yang nusuk banget:
"gw bahkan udah nggak bisa bedain lagi. Gw lagi hemat, atau lagi nyari alasan buat keluar duit."
terus dia ngomong sesuatu yang bikin gue diam lama banget:
"Gw nggak miskin karena nggak punya uang. Gw miskin karena uang gw udah punya tujuan sebelum masuk rekening."
tanggal 25 gajian.
tanggal 26 autodebet.
tanggal 27 bayar cicilan.
tanggal 28 bayar paylater.
tanggal 29 baru sadar:
yang kerja sebulan dia. yang menikmati duluan tagihan.
gue tanya: "jadi yang paling bikin nyesel apa?"
dia jawab:
"Gw pikir gw beli barang. Ternyata gw beli kewajiban."
HP baru = cicilan 12 bulan. barang diskon = tagihan bulan depan. makan enak tiap hari = saldo bocor pelan-pelan. kopi harian = lebih dari sejuta sebulan. paylater = gaji masa depan yang udah dipakai hari ini.
"Gw kerja buat bayar keputusan gw yang kemarin."
coba hitung kasar.
kopi 35 ribu x 22 hari kerja = 770 ribu. delivery food dengan selisih ongkir dan markup 25 ribu x 20 kali = 500 ribu. checkout random 75 ribu x 10 kali = 750 ribu. langganan aplikasi yang jarang dibuka = 300 ribu.
total: 2,3 juta.
itu bukan pengeluaran besar. itu bocor kecil yang pura-pura nggak kelihatan.
sekarang temen gue lagi coba bikin aturan sendiri.
kalau barangnya diskon tapi nggak ada di rencana, berarti tetap mahal. kalau beli karena capek, tunggu besok. kalau checkout cuma karena takut kehabisan, tutup aplikasi 10 menit dulu. kalau cicilan bikin gaji bulan depan terasa sempit, jangan ambil.
dan satu pertanyaan yang dia tempel di layar HP-nya sekarang sebelum checkout apapun:
"Gw butuh ini, atau gw cuma pengin ngerasa hidup gw naik kelas?"
dari cerita dia, gue jadi mikir.
mungkin masalah banyak orang bukan nggak bisa cari uang.
tapi nggak pernah diajarin cara mempertahankan uang.
dari kecil kita diajarin: belajar biar kerja, kerja biar punya uang, punya uang biar bisa beli ini itu.
tapi jarang diajarin: kalau uang udah masuk, jangan langsung dikasih jalan keluar semua.
ini bukan soal hidup pelit.
beli kopi boleh. checkout promo boleh. reward diri boleh.
tapi jangan sampai tiap reward kecil numpuk jadi hukuman besar di akhir bulan.
coba jujur ke diri sendiri:
pengeluaran kecil apa yang paling sering bikin saldo lo bocor?
kopi? makan online? paylater? top up? checkout live?
atau "cuma 50 ribu" yang kejadian 20 kali?
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍
Ga usah panik soal hanta virus, asalkan kamu ga KEMPROH dan JOROK.
Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus.
Cara pencegahannya tu basic banget.
Ya higienitas alias kebersihan diri.
Paham lah ya.
“Kok bisa sampe kapal pesiar”
Ya mngkin pada kemproh kali. Wkwkwwk
Lebih dari 13.000 warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian di seluruh Aceh di bulan Ramadhan. Saat kita sahur dengan nyaman, mereka sahur beralaskan tanah dan beratapkan terpal. Alhamdulillah kami bisa sahur bersama warga di Alur Hitam, Aceh Tamiang. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. #Aceh #Ramadhan
RAFAH UDAH LENYAP...
😭😭😭
Rafah, yang pembangunannya diawali sejak zaman Fir'aun, kini menjadi puing-puing, menghapus jejak ribuan tahun sejarah...
Rafah, kota yang rata dengan tanah di ujung selatan Gaza, udah dibersihkan secara etnis oleh Israhell di depan mata dunia...
Skala kehancuran di Rafah, terlepas dari setiap peringatan, memperjelas bahwa apa yang udah dilakukan Israhell di Gaza adalah sebuah genosida, sebuah upaya untuk membersihkan warga Palestina secara etnis dari tanah mereka, persis seperti yang mereka lakukan pada tahun 1948...
Penghancuran Rafah yang terus berlanjut harus segera dihentikan, karena hal itu gak hanya mengancam peluang warga Palestina untuk kembali, tetapi juga menyembunyikan kejahatan yang udah dilakukan Israhell laknatullah...
Kita gak tauk berapa banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan, kita mungkin gak akan pernah tauk skala sebenarnya dari apa yang udah dilakukan Israhell di Rafah...
Source : FB Greta Thunberg
dear netizen korea:
daripada cuma ngatain orang indo jelek atau kek monyet yang udah jelas2 gak akan mempan, coba katain ini:
“presiden lu noh zionis”
“wapres lu noh gibran”
“UMR lu noh kecil”
“paspor sama mata uang lu noh lemah”
“makan noh MBG”
“yaah kasian WNI”
dijamin mempan