Ada rutinitas ‘aneh’ menjelang Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan atau Idul Adha. Dimana umat Islam di Indonesia bahkan di dunia memasuki fase berulang yang penuh ketidakpastian. Grup WhatsApp ramai, Facebook dan media sosial pun ikut gaduh penuh perdebatan. Yaitu, perdebatan klasik berulang: jadi puasanya kapan? Lebarannya hari apa?
Bahkan di era AI saat ini, umat masih harus menunggu malam hari H-1. Menunggu kepastian dari sidang isbat, rukyat, atau pengumuman yang kadang berbeda satu sama lainnya.
Padahal dunia modern saat ini justru dibangun di atas kepastian. Masyarakat global membutuhkan kalender yang akurat. Maskapai penerbangan tak bisa berkata, “Kita lihat hilal dulu baru tentukan jadwal.” Bursa saham tak bisa menunggu rukyat. Dunia pendidikan, industri, dan birokrasi berjalan dengan sistem waktu yang terukur, konsisten, dan ilmiah.
Di tengah realitas itu, gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Muhammadiyah muncul sebagai tawaran solusi. Sebuah ikhtiar menyatukan penanggalan umat Islam secara global berbasis perhitungan astronomi yang akurat. Namun seperti banyak gagasan pembaruan dalam sejarah, KHGT tentu tidak datang tanpa pro-kontra. Menariknya, kita bisa melihat di masa lampu pertarungan pro-kontra semacam ini, déjà vu.
Artikel ini telah tayang di https://t.co/XH2nvFvr1s dengan judul: Pro-Kontra KHGT: Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya.
#Muhammadiyah #KHGT
@ainunnajib Seandainya Gus Dur dan kyai Hasyim Musadi hidup .... Beliau2 pasti sedih ada warga NU yg getol permasalahkan perbedaan metode penentuan 1 syawal yg memang perbedaaan itu terbuka bagi Islam, dan bukan sesuatu yg meng ada2.
@MiskinTV_ saya juga heran
sejujurnya beliau ini (dulunya) panutan terutama di bidang data
entah kenapa sekarang2 seperti ini, mungkin sudah merasa diatas angin
With all due respect, setelah udah berapa puluh (atau ratus) tweet mas Najib terkait masalah ini, what end do you expect?
Mengharapkan MU mengakui salah? Atau mungkin supaya ada "titik temu"? Bukan ingin sekadar berdebat kan?
What good does it do, then?
@bobbyriyadi Muhammadiyah yang konsisten menolak bersama-sama dengan Pemerintah, sampai-sampai Buya Hamka keluar dari Muhammadiyah untuk menyerukan kembali bersama-sama bersatu seluruh Indonesia dengan mengikuti Pemerintah
@ainunnajib@MiskinTV_ sorry saya ga setuju bang kalo beda dgn pemerintah dibilang sok-sokan
hanya kriteria nya (epsilon) nya saja yg berbeda, bukan sok2 an ilmiah
terkesan sombong jika berkata seperti itu, menurut keyakinan saya
7) Ketiga, konjungsi (ijtimak) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Konjungsi menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menjadi penanda astronomis masuknya bulan baru. Setelah matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai di wilayah Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya, Rabu 18 Februari 2026, sebagai awal Ramadan.
pagi-pagi gatsu udah macet lumayan parah
penyebabnya truk mogok tengah jalan depan halte widya chandra telkomsel
semoga kedepannya truk2 yang melintas jakarta di cek dulu kondisinya, karena sering banget kejadian
kasian supir truk nya, dan orang lain yg terganggu aktivitasnya
Update sidang: Kami berpendapat saksi Google meragukan karena banyak lupa, berasumsi & dengar dari orang lain.
Namun, saksi mengakui tak ada permufakatan jahat Google dengan Ibam.
Terungkap juga: Tak ada penguncian merek & Ibam justru sampaikan keberatan teknis Chromebook 👇🏼