Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Psikologi Tidur
1. Pernah kaget seperti jatuh saat mau tidur? Itu momen ketika tubuhmu terlalu rileks, dan otak panik-lalu "menarikmu kembali" supaya kamu tetap hidup.
2. Saat kamu benar-benar tidur nyenyak, otak tidak berhenti. Ia bekerja diam-diam: membuang kenangan yang tak perlu, dan membersihkan ruang untuk versi dirimu yang lebih baru.
3. Kalau kamu terlalu sering tidur, itu bukan kemalasan. Itu jeritan halus dari pikiran yang kelelahan secara emosional maupun mental.
4. Tidur sampai lewat tengah hari bukan selalu soal malas. Kadang itu tanda seseorang sedang kehilangan semangat, arah, atau kebahagiaan dalam hidupnya.
5. Secara biologis, manusia tidak diciptakan untuk tidur panjang tanpa jeda. Ritme alami tubuh adalah tidur dua kali sehari- masing-masing sekitar empat jam.