the bells of the Gion monastery in India echo with the warning that all things are impermanent. the blossoms of the sala trees teach us through hues that what flourishes must fade.
saturday night, home before 9. hit my gym routine this morning, hit my cardio target this evening, binge watching hxh, room is cleaned, i ate chicken like a king today. life is good bro.
Gen Z realizing one of the biggest shocks after college is that life no longer happens around you.
In school, friends, events, relationships, and opportunities are built into your environment.
As an adult, if you don't actively create a social life, weeks can turn into months surprisingly fast.
Saat punya duit, ku pake uangnya untuk naikin produktivitas.
Yang ku beli:
- Beli laptop spek tertinggi sesuai jenis kerjaan ku
- Beli smartphone flagship karna butuh performanya
- Beli noise cancelling headphone agar bisa fokus di mana aja
Trus, budget juga di-spend ke:
- Subscribe AI tools (ChatGPT dan Gemini so far)
- Bikin aplikasi internal untuk automate tugas-tugas di kantor
- Hire orang lain untuk delegasi kerjaan-kerjaan yang ga bisa gue automate
- Aplikasi Kanal untuk tracking tugas tim
Untuk keseharian, duit dipake untuk:
- Hire ART buat ngeberesin kerjaan rumah
- Bayar catering agar selalu ada makanan tersedia tanpa perlu mikir lagi (kadang masak/beli lauk tambahan kalo kebetulan kurang cocok)
- Beli pakaian dari 1 brand saja, jadi ga usah mikir lagi
- Tagihan-tagihan bayar otomatis aja pake kartu kredit, jadi cukup ingat bayar full ke 1 sumber aja
Ada yang mirip?
they said work life balance as if work is not part of your life. i work so hard to leave on my own terms but when i finally got a much 'better' job, it was so hard to let go. i wish there was a way to know you're in the good old days before you've actually left them.
see you!
Kasus terakhir laki-laki bercerita malah dihujat, gajinya disamain kek duit pakan anjing seminggu. Dari sini gue mikir kalau saran publik "laki-laki bercerita" itu beneran scam, ibarat ngiris tangan di kolam ikan hiu.
Diam dan convert emosinya jadi tenaga buat lakuin hal baik.
after achieving so much in life, you're not "living your fullest potential" realistically now your potential is tenfold so now you work even harder to fulfill that potential
i still remember the feeling of beating myself over something that i have no control of. 2 tahunan ini mungkin gue udah mati puluhan kali di dalam kepala gue sendiri karena buntu pikiran yang rasanya ga bisa ketemu solusinya, im glad that im holding on. semua akan membaik kok.
sejak lulus kuliah, gue ngerasa pencapaian hidup gue insignificant banget. 2 tahunan nanggung quarter life crisis, i think what it taught me the most adalah untuk jangan pernah naro identitas kita di salah satu aspek kehidupan, termasuk karir, hobi, pendidikan dsb.
im glad & grateful Tuhan kasih kesempatan ke gue untuk ada di sisi lain dari hal hal yang dulu gue pikir gaakan gue alamin. 2 tahun ini bener bener ngajarin gue untuk jadi humble & gaboleh ngerendahin orang lain, karena ya.. bisa jadi life has been unkind to them.