Teruntuk yang tersayang tapi lebih dulu meninggalkan kita semua :
alm Mang Ayi, alm a Kamsuy, alm Yacob, alm Asep Solihin, alm Sofiana Yusuf, alm Ricko Andrean, alm Rangga Cipta Nugaraha, alm Pak Ajun (kit) dan alm Dr. Raffi Ghani.
Pak, mang, Persib Juara lagi 🥺
alfatihah🤲
Bisa terjadi di Bandung "gagal juara" kalau semua dilakukan secara berlebihan, padahal besok belum tentu juara sebelum 90 menit kelar.
Mari amankan, rapih, repeh dari oknum di match 23 Mei nanti 👌
Setelah kemarin ramai terkait konspirasi “persib takut main di jakarta”, sekarang terbit teori baru “keputusan koordinasi nunggu hasil pertandingan borneo”. Syett demen banget bikin komedi🤣🤣🤣
@2ndlinesquad@Lacilukbaa Ya. Alasan itu juga gua komen disini, gua rasa lu cukup bisa diajak berfikir pake kepala dingin buat ajak temen temen lu fokus aja sama persoalannya. Karna percuma gua komen di akun akun penganut konspirasi, yang ada debat gak ada ujungnya.
@2ndlinesquad@Lacilukbaa Ya udah kalau emang mentok disitu2 aja & gk ada solusi gk bakalan berkembang tim lu. Kenapa ada manajemen dibentuk itu buat nyelesein masalah ginian. Yg gua garis bahawi “evaluasi” biar gak stuck disitu-situ aja, bukan malah bikin teori konspirasi “persib takut main di jakarta”
@Lacilukbaa@2ndlinesquad Gua gak bicara bung ferry secara personal. Kalau dia gua yakin dan jelas loyalitasnya. Cuman kan bukan soal bung ferry doang. Udah beberapa musim ini persija sering main home diluar jakarta, bahkan kadang kalah sama konserkan. Atau mungkin jakarta gak se-persija itu?
Saya jawab dari POV saya pribadi ya mas.
Opini ini tidak mewakili seluruh pendukung Persib, juga tidak terafiliasi dengan komunitas manapun. Murni pendapat saya sebagai Bobotoh sejak lama.
Buat saya pribadi, Persib akan terus jalan dengan atau tanpa dukungan dari kalangan politik. Jadi nggak ada "profil gubernur ideal" yang spesifik yang saya harapkan.
Yang jelas, sepakbola memang sulit lepas dari politik. Tapi sebaiknya para elit tidak ikut campur terlalu dalam perihal urusan klub. Secara de jure Persib milik PT PBB, tapi secara de facto Persib sudah jadi identitas masyarakat Sunda. Ada ikatan batin yang kuat di situ.
Harapan saya sederhana, kerjakan tupoksi masing-masing dengan baik. Kalau kesejahteraan warga terjaga, infrastruktur oke, dan pembangunan berjalan, dukungan masyarakat termasuk Bobotoh akan datang dengan sendirinya.
Perihal kemarin "sumbangan" uang yang ramai di media sosial, saya rasa itu jadi hal yang tidak perlu ada. Karena output-nya pun malah jadi terasa buruk. Uang 1M untuk tim sekelas Persib-tuh saya rasa 'sepele'. Bahkan kayanya hampir 'gak berarti' apapun.
Bayangin kalo sumbangan-sumbangan tersebut dipake buat semisal akses yang lebih mudah untuk temen-temen supporter ke stadion? kaya shuttle gratis dari tengah kota ke GBLA yang bisa memfasilitasi supporter. Atau, "pojok" UMKM sekitar GBLA yang bisa digunakan dan bisa ngasih dampak ekonomi lebih baik untuk warga sekitar? kan yang bisa nikmatin gak cuma Persib doang, tapi masyarakat juga.
Ditambah lagi, video dan hal tersebut "naik" pas lagi rame-ramenya problem jalan diponegoro yang mau ditutup permanen dan dijadiin taman sama Mulyadi. Makin-makin dah tuh.
Terus yang saya perhatiin juga skena persuporteran Bandung tuh cukup vokal terkait isu-isu yang terjadi di masyarakat terutama Kota Bandung. Jadi, selama kerja dari elit politik ini enggak maksimal dan cenderung 'kurang', kalo memang ada elit politik yang mau 'coba', I guess they're welcome to try.
Nggak perlu lah pakai Persib sebagai alat politik atau pencitraan. Karena kita semua sama-sama tau sifat asli Politisi di Indonesia ini seperti apa. Sudah jadi rahasia umum.
Itu aja sih dari saya. Tetap respect sama siapapun yang jadi Gubernur pada akhirnya, tapi tolong kasih ruang buat Persib bernafas sebagai klub rakyat Jawa Barat.
Rek ngomong boga pelatih cerdas nyadangkeun Teja karena dua match 4 kebobolan...
Eh hareupna baruladig ajig!!!
Hudang GOblog @persib jatah maen heureuy maneh geus beak!!!