"Dulu kami menyebut orang itu pandit. Sekarang saya lebih suka menyebutnya orang yang belum selesai menonton."
Sebuah tulisan terbaru dari Kang Zen, bisa kalian baca di: https://t.co/Y2bhdyBJ6b
Sepakbola masih permainan yang sama. Yang berubah adalah cara kita menikmatinya. Dari menyaksikan langsung di lapangan, berpindah ke layar televisi, lalu kini cukup melalui potongan video beberapa detik di media sosial.
Teman2 yang lagi cari rumah di Jabodetabek, bisa cek web buatan tim jurnalisme data @hariankompas ini. Di web ini ada data 37 ribu rumah, lengkap dengan lokasi, luas, harga, dan jarak ke pusat kota. Bisa filter berdasar penghasilan juga 😃
Cek di sini: https://t.co/wqQRkKNvKm
Oli Sykes mengaku BMTH pernah diperingatkan bahwa mengibarkan bendera Palestina di panggung bisa membawa konsekuensi yang bahkan berpotensi mengakhiri karier mereka.Tapi Oli tetap kekeuh menampilkan bendera Palestina.
Buat Oli, kejadian itu justru membuatnya berpikir soal bagaimana manusia bisa dibuat untuk menekan rasa kemanusiaannya sendiri. Pemikiran tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi lagu Dehumanized.
“When empathy becomes an act of anarchy, then you discover whether your values are real.”
Chef Taka Libur dulu, Biar Oliver yg memasak🔥🔥🔥
Eria, seorang anak perempuan di Puncak Jaya, Papua, tetap pergi ke sekolah dengan menggendong adiknya di dalam noken.
📹 : @/lukenkwz
Karena orang tua harus bekerja di kebun, membawa sang adik ke kelas menjadi jalan satu-satunya agar Eria tidak ketinggalan pelajaran.
Potret kasih sayang seorang kakak dan harapan besar yang terus melangkah maju.
My wife grew up on the metric system, and she says the mile is the most ridiculous unit ever invented.
For years, she had me. But history claps back....
The word comes from Latin, mille passus, a thousand paces.
A Roman pace was two steps, counted each time the same foot hit the ground. A thousand of those made a mile.
Along the Appian Way, built in 312 BC, stone markers stood at every thousand paces, counted outward from a gate in Rome's old wall. A traveler read the distance off the road itself.
The strange number came much later. In 1593, Parliament under Elizabeth I set the mile at 5,280 feet so it would divide evenly into furlongs, the length of an English farmer's furrow.
So the odd number is a Roman soldier's stride, adjusted to fit an English field.
I love that. Every time you say "mile," you are still counting the steps of a legionary marching south out of Rome.....
...on the Appian Way that you can still walk today, counting the old mile markers as you go
The poet Statius called that road the queen of long roads.
Millwall vs West Ham… Delivered exactly what we expected! A classic, intense derby atmosphere with real old-school football passion. Nothing beats the energy of a proper London rivalry. 🏟️🏴
Hajime Miura,22 tahun, menang gelar dunia ke-8 divisi 3A di Praha di tahun 2025. Itu dua yo-yo muter bareng, string trick ribet, dan otak yang harus mikir ambidextrous secara real-time.
Yang bikin ini beda dari sekadar "juara lagi" adalah tahun sebelumnya dia finis ke-4. Bukan podium. Keluar dari zona nyaman juara bertahan, terus balik lagi tahun ini ngalahin 300+ kompetitor dari 43 negara buat ngerebut gelarnya lagi.
Divisi 3A ini emang beda level dari yo-yo yang biasa dimainin orang buat iseng. Dua yo-yo long-spin sekaligus, tangan kiri kanan harus punya kesadaran ruang independen satu sama lain, sementara kebanyakan orang aja masih struggle bikin satu yo-yo "sleep" dengan bener.
Miura sendiri udah jadi juara dunia dari umur 10 tahun. Sekarang di usia 22, dia jadi pemain dengan gelar terbanyak kedua sepanjang sejarah kompetisi ini.
Yang bikin dominasi kayak gini menarik bukan cuma skill-nya. Tapi fakta bahwa dia pernah kalah, dan tetep dateng lagi tahun depannya.
Ini adalah satu buku penting buat yang mau tau ikan pasar di Indonesia tapi ga tau namanya. Buku ini berisi deskripsi, foto, dan nama ikan dalam bahasa Indonesia serta Inggris. Gila ini bagus banget woi. Bukunya bisa diunduh gratis juga.
https://t.co/qfR5y4BTIC