Jujur gue capek baca ginian di sosmed. Seakan-akan validasi dari laki-laki adalah validasi paling penting dan mutlak. Kenapa gak dicoba dibuat naluri untuk memprioritaskan diri sendiri sampe yang setara dateng?
Sick and tired of it.
tambahan buat cewek cantik :
cowok itu naluri nya “hunter” jadi kalo dia mau sama kamu, dia pasti cari cara untuk ngejar kamu dengan effort dia abis abisan. kalo dia gaa ada pergerakan, berarti bukan kamu yang dia mau.
kata temen cowoku, meskipun sekarang banyak cowok brengsek tapi cowok itu aslinya makhluk yang fokus, dia gaa akan bingung kalo opsi nya cuma 1. kalo dia bikin kamu bingung, mungkin opsi nya memang lebih dari satu.
jangan sampai perasaan kamu bikin kamu denial sendiri dengan semua fakta yang ada, “jangan memaksa orang yang gaa suka sama kita untuk jatuh cinta sama kita”.
mantanku tuh cewek yang sifatnya sekarang jarang banget ditemuin. dari sifat sampai penampilannya. dia nggak pake eyelash extension, nggak sulam alis, kukunya pendek dan bersih, nggak pernah warna-warni. kalau pergi sama temen-temennya, outfit-nya biasa aja, bisa dibilang standar. makeup juga seadanya. tapi kalau kita ngedate, dia harus pake outfit terbaiknya, makeup-nya tetep natural tapi lebih prepare dibanding pas ketemu temen-temennya.
dari sifatnya juga dia bukan tipe cewek yang sering foto-foto. sosmednya cuma ada 2 foto, highlight-nya juga lebih banyak foto pemandangan. komunikasinya bagus, nggak pernah ngode, selalu ngomong langsung apa yang dia pikirin dan rasain.
contoh: habis nonton di mall terus laper.
👦: makan dulu yuk sebelum pulang
🧕: boleh, aku juga laper. makan marugame yuk, kamu mau nggak?
👦: gass
kalaupun keinginannya nggak diturutin, dia nggak pernah ngambek, tapi lebih milih diskusi.
misalnya aku bilang, “aku lagi nggak pengen makan marugame, gimana kalau kita makan nasi aja?”
dia bakal jawab, “oh yaudah, aku lagi nggak makan nasi hari ini. kalau gitu kita ke solaria aja, kamu pesen nasi, aku nanti pesen mie.”
kalau ngobrol juga dia nggak suka bahas hidup orang lain. pembahasan kita cuma soal hal-hal yang menyangkut diri kita. kalau cuma bahas orang lain dia males karena bikin pusing. dia juga nggak ngejudge aku. kalau aku nggak ngerti atau nggak tau sesuatu, dia bakal kasih tau, bukan malah bilang, “kok kamu nggak tau sih?”
pendidikannya juga bagus, dia apoteker di sebuah klinik. minusnya cuma time management-nya jelek, sering telat tapi selalu ngasih tau kalau bakal telat. buat aku sih nggak masalah dan kita juga udah nemu solusinya.
kalau lagi pms, kayak singa betina 😭 tapi dia bakal kasih tau kalau lagi pms, jadi aku masih bisa siap-siap.
5 tahun bareng dan udah mau ke jenjang serius, akhirnya dikasih ujian. dia dari keluarga menengah ke atas, bisa dibilang orang have. sementara aku dari keluarga yang haven't. ujiannya di ekonomi.
dia juga nggak minta acara yang memberatkan atau mahar yang mahal. tapi pas kita udah sepakat, aku kena layoff dari kerjaan. udah berusaha cari kerja lagi tapi belum rezeki.
aku juga nggak mau dia nunggu sesuatu yang nggak jelas. akhirnya aku lepas dia dengan cara baik-baik dan kita sama-sama sepakat.
tapi setelah lost contact, aku ngerasa bakal susah banget nemu orang yang bisa bikin kepala tenang dan senyaman dia lagi.
pinter aja ga cukup. saran gue, find someone who's not just smart, but knows how to use his intelligence. someone with a broad perspective, good problem solving skills, emotional maturity and the ability to explain things without ever making you feel small or stupid sih.
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya ‘inner child’ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. ❤️🩹
prabowo masuk koran negara australia isinya:
- prabowo bilang ekonomi itu “simpel”
- tapi rupiah turun 8% tahun ini
- tembus rp18.000/dolar 13 kali sejak juni
- harga makanan naik, 30.000+ lapangan kerja hilang semester 1 2026
- pasar saham indonesia jadi salah satu terburuk di dunia tahun ini
- msci pertimbangin turunin status indonesia dari emerging market ke frontier
- gubernur bi perry warjiyo mundur mendadak, bikin pasar goyang
- popularitas prabowo turun dari 80% jadi 51,1% (bahkan ada survei yang catat cuma 49,5%)
- pebisnis china keluhin aturan berlebihan dan pemerasan otoritas
- indonesia defisit dagang pertama dalam 6 tahun
Aku pernah bilang ke terapis kalau rasanya aku terus terjebak di pola yang sama.
Dia lalu ngasih aku sebuah jurnal dan bilang,
"Kalau ketakutan terbesarmu adalah menyia-nyiakan hidup, 10 pertanyaan ini bakal nunjukin sebenarnya apa yang lagi kamu sia-siakan."
Ini dia:
sumpah my biggest “when yh” itu bukan tentang pacaran tapi WHEN YAH pindah ke negara 4 musim itu dengan pendapatan rata-ratanya yang tinggi, pendidikan sangat berkualitas, termasuk negara dengan penduduk paling bahagia di dunia, alam yang indah sejalan dengan pembangunan kota dan fasilitas transportasi yang sangat baik, kriminalitas rendah, bisa healing tanpa stress ekonomi (work-life balance), lingkungan sosial yang ramah dan nyaman, dan pemerintahan yang selayaknya baik.