Mulanya aku penasaran kenapa Jokowi memulai tur dari Lampung.
Dia berkata karena cinta warga Lampung. Tapi politisi tentu punya niat aslinya..
Dan ternyata:
Kalau kamu bingung gimana cara membawa diri di tempat kerja,
nih, kenalin CHOKY SITOHANG.
TOP GLOBAL NGOLAH
Dari 1 konten videonya aja, banyak pelajaran yang bisa kita catat.
1. 00:13 "Kita kan menyesuaikan jadwal abang"
Kalau ditanya kapan mampir, atau ketemuan dengan seseorang yang "mungkin" lebih tinggi pangkat, status sosial, atau at least kamu hormati, kamu bisa pake kata-kata ini.
2. 00:21 "Bang, saya izin laporan ke yang bersangkutan"
Ini dipake ketika ingin menyudahi percakapan atau small talk tapi dengan cara yang halus.
3. 00:27 "Assalamualaikum, shallom, namo budaya, salam kebajikan"
Konteksnya karena di dalam ada bebeberapa orang dengan berbeda keyakinan, jadi sekalian sapa dengan salam sesuai kepercayaan mereka.
4. 00:45 "Akhirnya kita kenal juga, bang Asep"
Orang itu bakal lebih senang kalau kita tau nama dia, even baru pertama kali jumpa. Bisa baca name tag seandainya kamu benar-benar have no idea siapa nama dia.
5. 01:04 "Kapolres mohon izin, terima kasih Panglima, terima kasih Kapolda"
Detail kecil tapi berarti, untuk kasi respect ke orang yang kamu hormati. Misal di kantor dibeliin pizza sama bos, nah kamu bisa pake ini. "Bos, makasih ya pizzanya. Izin saya ambil, ya."
Siap buat ngolah? 😅
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Peter Nawilis, mungkin gak banyak yg tau. Beliau org pertama di Indonesia yg memberikan nama “spooring” utk wheel alignment sekaligus org pertama yg mempopulerkan wheel alignment di Indonesia.
10 taunan lalu terakhir main ke rumah beliau di Radal, beliau pamer baru beli tv yg di dalemnya ada youtubenya.
Yups Pak Peter itu bapaknya Thomas.