@FIndonesiaa Cuman bermain ombak. Ngapain. Nanti malah bahas pemain naturalisasi a bagus, b enggak. Pas timnas gagal, nyalahin naturalisasi. Gitu aja terus.
Yang pembinaan gmn dan sampai mana gak ada tuh dia nanya berkali kali, yg di cari kontra kontra kontra aja.
@karniilyas Kan, selalu gitu, berselancar di ombak naturalisasi, enggak pejabat, enggak tokoh sekelas bang karni.
Kita itu maunya, pssi di tanya soal pengembangan pembinaan pemain muda, naturalisasi itu punya batas umur, habis aja nanti itu.
Nah gmn setelah itu, kalian peduli gak.
@seniman_bola Selagi kebijakannya baru, ya coba aja.
Kita itu harus terus mencari formula pembinaan yang cocok untuk negara seluas kita. Harus ada perbaikan terus menerus.
Kalau kata kawan yg anaknya di ssb. Ada jarak antara klub dan ssb. Yang deket itu academy tp bayarnya mahal.
@v4nc1_b0zz Kalau masih selamat, gak usah di tolol tololil.
Orang mau bundir itu gak ngaruh mau kalian puji kek, jelekin kek. Gak peduli. Gak ada bedanya bagi dia.
Tunjukin aja kalian peduli, kalau itu kenalan kita, coba hadir. Stop lah ngomong ini itu.
@Serafinusgy Aku agak nyesel ngasih nama anak karena ada huruf, dhy nya.
Nama tengahnya, adhyasta, nama depan dan belakang normal aja. Nah pas masuk tk itu baru ngeh, kenapa gak adiyasta saja yaa.
Gampang gak sih ganti nama? Anak masih kelas 2 sd sih.
@BapakKerja Hukum sih. Hukum yang adil akan memberi kepastian thd Investor yang mau bangun Infrastruktur, bangun bisnis. Kalau akses yg bagus, bisnis merata, guru guru tenang mengajar di daerah yg jauh, dan mentalitas akan berubah.
Tp kalau gak mau Hukum, setidaknya Infrastruktur di genjot.
@keluhkesahkonoh Iya betul, berkat UGM kita punya Presiden terbaik di Indonesia. Saingan bakal berat, harus kerja keras buat lulus ujian dan lulus kuliah disana.
Enakan nikah dipestain mewah gede gedean sama mertua, pulang ke rumah yang dibeliin mertua pake mobil yang dibeliin mertua juga.
Gausah romantisasi nikah di KUA dengan narasi mendiskreditkan nikah mewah.
Gapapa nikah mewah, gapapa nikah di KUA.
Gapapa tinggal sendiri, gapapa juga tinggal sama mertua.
Yang ga boleh banding bandingin orang lain sama kehidupan kita.
@karniilyas Gak usah bertanya tanya soal naturalisasi ini.
Tapi soal pssi udah nemu formula belum buat pengembangan pemain muda merata se Indonesia, jangan di kota kota besar aja.
Kakau cuman bermain ombak di gelombang naturalisasi mending gak usah tanya. Cuman main ombak aja kalian.
π¨ Unpopular Opinion
Salah satu quote paling toxic adalah "Kerja Keras Tidak Akan Menghianati Hasil"
Misalnya ada 2 orang:
π§ Dimas
- Kerja + perjalanan = 10 jam/hari
- Gaji 6 juta/bulan
- Bisa nabung 50% gaji (3 juta)
Butuh waktu 1 tahun 5 bulan untuk terkumpul 50 juta
π§π»Ferry Irwandi
- Influencer/content creator
Butuh waktu 1,5 jam untuk terkumpul 50 juta
Fenomena ini juga ada penelitiannya :
- Kerja keras
- Kecerdasan
- Berbakat
Tidak menjamin seseorang menjadi sukses atau kaya.
Kalau kerja keras saja menentukan kesuksesan, petani dan kuli bangunan pasti sudah jadi miliarder. Namun Faktanya, keberuntungan sering kali lebih menentukan dari pada kerja keras
@febrynho@empty__core Iya betul itu.
Orang datang aja udah seneng kita, berarti kita di anggap sama mereka kan. Apalagi kalau mereka puas dg makanan yang kita hidangkan.
Rasanya lega, seneng aja jadinya.
@empty__core Hubungan kalau perekatnya uang, ya fake. Palsu. Manis di muka doang itu. Dan kalian mau berharap apa dari hubungan yg rapuh itu. Sudahlah. Dewasa ajalah.