Gibran mulai menyerang sodara-sodara: "enak ya cak imin ngomongnya baca catetan tadi."
Harusnya langsung bales caak: "enak ya mas gibran punya paman di MK."
Awowkwowkowkwowk
Punya pengalaman debat Capres sudah 3 kali, tapi penampilannya selalu sama. Ngakunya "macan", tapi karena ndak menguasai materi akhirnya jadi bulan-bulanan lawan. Dia juga emosian — ndak mau salaman kepada lawannya di akhir acara.
Ironisnya, orangnya malah ndak pernah sadar diri dengan segala kekurangan itu. Tapi dasar pengusaha tajir melintir pemilik 500 ribu hektar lahan, masih aja terus nyapres ndak ada bosannya, meski tersungkur berkali-kali ngabisin biaya besar.
Nah, apa kabar yang nangisin Prabowo di rumah petak kontrakan? Apa kabar yang nangisin Prabowo tapi masih dikejar tagihan Pinjol? Apa kabar yang nangisin Prabowo tapi ganti layar hape retak aja masih gak berdaya?
Lebay banget sih lu pada, nangisin horang kayah!
Yang ngaku politik riang gembira, sekarang jadi marah-marah dan nangis-nangis mulu.
Yang belakangan terlihat riang gembira apa pun yang terjadi, kayaknya pendukung 01 dan 03 deh.
Terlihat senang-senang aja tuh semua. Lucu-lucu lagi kalau berpendapat.
Seru dehhh…
Kalian pasti punya teman, yang kalau menang pas main, sombongnya minta ampun. Tapi kalau kalah, nangis-nangis.
Kita dulu gak terlalu suka berteman sama yang model begituan.
Mending gak usah diajak main, ntar kalau kalah, nangis-nangis lagi.
Pengamatan objektif sejauh ini.
Pak Ganjar, bicara berdasarkan pengalaman panjang baik di legislatif mau pun eksekutif.
Pak Anies, bicara perubahan dan gagasan besar buat bangsa.
Pak Prabowo, ngasih inspirasi Zarry untuk bikin futsal pakai judul Omon-omon Cup.
😌