👉Tidak mungkin bisa dijerat. Semua sudah tahu, masalah keputusan MK saja bisa dikhususkan.
Apalagi cuma masalah pembagian susu.
Mimpi 😅😅🙏🙏
Mengaku Temukan Fakta Baru, Bawaslu Nilai Gibran Bisa Dijerat Pergub Era Ahok
https://t.co/h7ZtJ9VApE
Ketika pak Jokowi melakukan kesalahan, jubir tim Prabowo yang klarifikasi. Ketika KPU melakukan kesalahan, pak Jokowi yang klarifikasi. Ketika beberapa pemuda pulang dari kampanye Ganjar-Mahfud, apapun alasannya oknum tentara mengeroyoknya hingga babak belur.
Mulai dari presiden, Timses hingga oknum tentara, semua heboh sendiri saling intervensi. Para penguasa hari ini nampaknya jauh lebih panik karena mereka telah menghalalkan segala cara untuk tetap berkuasa.
Semakin brutal cara mereka untuk menang, semakin besar rasa takutnya terhadap kekalahan. Karena sebuah kekalahan dalam benak mereka, konsekwensinya akan lebih menakutkan dan jauh lebih brutal.
Meski seharusnya mereka santai saja. Kami bukan Prabowo yang gemar main ancam sana-sini jika berkuasa. Kami bukan psikopat, kami masyarakat yg beradab dan bermoral.
Kalaupun menang, kami hanya ingin memperkuat program pemerintah yg maslahat dan menghentikan yang mudarat. Selain meluruskan kembali konstitusi, mengadili para pelanggar HAM masa lalu dan menjaga cita-cita reformasi: Demokrasi Berbasis Meritokrasi dan Supremasi Sipil.
Bukan Demokrasi yg hanya dipakai untuk membangun oligarki, bukan untuk mengembalikan militerisasi, apalagi membegal konstistusi untuk memperkokoh familikrasi. Karena demokrasi di mata kami bukanlah seperti demokrasi yg ada dalam benak pak Jokowi. Begitu!
Tau gak kenapa gue yakin sang penguasa bisa dikalahkan? Soalnya ada elo yang mau bareng-bareng gue, iya elo dan temen-temen elo yang pemberani itu. Kalo elo dan temen temen lo ikutan, gue yakin kita akan menang!!! #GueEloMenang#AkuKamuMenang
Kalo di daerahmu, tagarnya jadi apa?
Lucu sekali melihat jejak digital mereka yg dulu menjelekkan Prabowo, tapi hari ini memuji setinggi langit. Harga dirinya nampak tersungkur di hadapan 'cuan'. Menurut Nietzsche, mereka kaum 'Tschandala': kasta paling rendah yg telah dijinakkan oleh para 'peternak kekuasaan'.
Banyak yang heran kenapa kubu mereka berani dan sevulgar ini bagi-bagi cuan ?
Mungkin karena mereka yakin @bawaslu_RI tidak akan berani menindak. Semua bisa dikondisikan. Persetan dg etika dan moralitas. Mungkin begitu.
Saya nggak bisa membayangkan gimana caleg Gerindra, contohnya Ahmad Dhani, menjelaskan ke konstituennya bagaimana dia dulu sangat anti-Jokowi lalu sekarang harus bersuara melanjutkan pembangunan Jokowi dan mendukung Gibran.