“Bagaimana kalau anak sakit? Bagaimana obat? Bagaimana dokter? Bagaimana rumah sakit? Bagaimana uang? Bagaimana gaji? Bagaimana pabrik? Mogok? Pecat! Mesin tak boleh berhenti. Maka mengalirlah tenaga murah. Mbak Ayu Kakang dari desa. Disedot sampai pucat”
.
— Wiji Thukul
Makin tambah umur, makin kompromi sama hidup. Apa-apa yang tadinya ditanggapi dengan keras kepala dan emosi, sekarang dihadapi dengan ya-udah-deh-ngalah-aja-lagi-malas-debat