Selain bersilaturahim, kami pun banyak berdiskusi tentang bagaimana kedepannya kita dapat bekerjasama lebih baik lagi untuk memberitakan kebijakan serta program utama Kementerian Perdagangan kepada masyarakat ke depannya.
Beberapa waktu lalu saya melakukan kunjungan ke MNC Group di Inews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, bertemu dengan Executive Chairman MNC Group, Bapak Harry Tanoesoedibjo.
Kementerian Perdagangan memberikan bantuan alat dan fasilitas kesehatan di D.I. Yogyakarta sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis dan juga aktivitas perdagangan di era tatanan kehidupan baru (new normal).
Pembukaan Rapat Kerja @kemendag tahun 2020 di Istana Negara. Dalam kesempatan pagi tadi, Bapak Presiden @jokowi menginstruksikan untuk mengamakan pasokan, cegah terjadinya kelangkaan, tetap menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok.
Saya menghimbau masyarakat untuk tidak perlu melakukan panic buying atau belanja secara berlebihan. Kami akan memastikan stok kebutuhan bahan pokok tercukupi, tak akan ada kelangkaan pasokan pasca pengumuman kasus positif virus corona.
Inilah yang menjadikan industri pangan menjadi salah satu sektor andalan yang menopang pertumbuhan investasi dan ekonomi nasional. Penting untuk selalu mendukung para pelaku usaha di sektor tersebut.
Pada 2019, industri makanan dan minuman telah menyumbang 6,4% produk domestik bruto nasional. Sektor makanan dan minuman juga menyumbang 19,9% dari total nilai ekspor nonmigas Indonesia dan telah menciptakan begitu banyak lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia.
Dengan selesainya perundingan soal GSP, diharap dapat mendongkrak ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat. Di sisi lain, bagi Amerika Serikat, pemberian GSP juga menguntungkan karena sebagai importir, negara tersebut akan mendapatkan barang berkualitas dengan lebih murah.
Kunjungan saya ke Washington DC, Amerika Serikat ialah guna membahas penyelesaian negosiasi soal fasilitas keringanan bea masuk impor atau Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat kepada Indonesia.
Dengan disahkan perjanjian kerjasama ini, harapannya dapat meningkatkan kinerja ekspor sehingga memberi dampak positif pada neraca dagang. Kami juga akan mengendalikan impor untuk melindungi industri dalam negeri, khususnya Industri Kecil & Menengah.
Alhamdulillah, Dewan Perwakilan Rakyat RI resmi mengesahkan Undang-undang Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian ini telah digarap selama 10 tahun yang dicetuskan pada tahun 2010.
Kami ingin memastikan bahwa pasokan bahan pokok tercukupi dan harga secara umum dalam keadaan stabil. Kami akan terus berkomitmen menjaga pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok sepanjang waktu.
Dalam rangka memantau kondisi harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat, saya bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melakukan operasi pasar di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Saya dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Mas Emil Dardak yang juga hadir dalam kesempatan tadi salut dengan ekspor yang dilakukan perusahaan ini. Kami berharap ekspor dapat terus ditingkatkan sehingga lapangan kerja semakin terbuka luas untuk masyarakat.
Pelepasan ekspor produk makanan beku dan produk lokal ini saya berangkatkan secara simbolis dari PT Sekar Bumi Sidoarjo. Ada 65 kontainer 40 feet yang menapung produk ekspor ini. Nilainya mencapai 8,7 Juta US Dollar.
Saat di Sidoarjo tadi, saya melepas ekspor tempe, petai, lele, & bumbu pecel. Produk lokal ini diekspor bersamaan dengan ekspor produk makanan beku produksi salah satu pabrik di Sidoarjo. Tujuan ekspornya adalah AS, Jepang, Eropa, Korea Selatan & beberapa negara lain.
Untuk komoditas lainnya alhamdulillah tetap stabil. Telur, ayam, daging, masih stabil harganya dan di bawah harga eceran tertinggi. Kami akan terus berusaha menjaga harga kebutuhan bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia.
Pagi ini saya melakukan inspeksi mendadak di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Di sini saya mendapati bahwa harga gula pasir mencapai Rp 13.000 - Rp 13.500, di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500.
Untuk komoditas cabai, sempat terjadi kenaikan harga akibat musim penghujan. Namun kini, harga tersebut berangsur turun dari kenaikan yang mencapai Rp 80.000/kg, kini menjadi Rp Rp 62.000 - Rp 65.000.