Namanya Yasika Aulia Ramadhani. Usia 20 tahun. Pembina Yayasan Yasika Group.
Di usia yang kebanyakan orang masih mikirin skripsi, dia udah mengelola 41 dapur MBG yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, dan Bone.
Inspiratif banget. Tapi tunggu dulu.
Aturan BGN: maksimal 10 dapur per yayasan, per provinsi.
Cara Yasika punya 41: daftar lewat beberapa yayasan berbeda-beda. BGN-nya sendiri yang ngaku ke publik:
"Tahunya itu dari cerita orang. Yang kami baca cuma dokumen."
Jadi sistem dilangkahi , dan yang melangkahi bukan sembarang orang.
Ayahnya: Yasir Machmud. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Partai Gerindra.
Fungsi utama DPRD: mengawasi penggunaan anggaran publik.
Program MBG dibiayai Rp 335 triliun anggaran negara , dari pajak lo, dari pajak gue.
Trus anak Wakil Ketua DPRD mengelola 41 dapur dari program yang seharusnya diawasi oleh ayahnya sendiri.
Saat wartawan tanya ke Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel soal konflik kepentingan ini:
"Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Saat wartawan coba konfirmasi ke Yasir dan Yasika: tidak direspons.
Kolom komentar Instagram keduanya langsung ditutup.
Dan BGN bilang tidak bisa menghentikan 41 dapur itu karena:
"Kasihan anak-anak yang sudah terima manfaat."
Bukan tuduhan.
Ini fakta yang sudah dikonfirmasi BGN sendiri, diliput Liputan6, Tempo, Kompas , dan diinvestigasi ICW, yang menemukan 102 yayasan mitra MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, militer, dan polisi.
Gerindra: partai paling banyak afiliasinya dengan 7 yayasan.
Program ini katanya untuk anak-anak kurang gizi.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang paling bergizi dari program ini?
Sugar cane women workers in India HAVE THEIR UTERUS REMOVED to avoid missing a single day of work.
This is where your misogyny should end and voice the inhumane working conditions of people across the world!
1. Memangnya kenapa dengan dokter Indonesia? Harus sekali menjual nama dokter Singapura
2. Bagaimana izin para dokter asing ini?
Apakah dokter Indonesia sudah tidak berharga?
Pancasila isn't inclusive. FYI back then Buddhists were struggling to clarify the concept of "Keesaan Tuhan" just to fit in. Pada gatau kan? Engga lah, kan kalian gak peduli sama minoritas. If we—minorities die of oppression, you guys don't give a fuck anyway.
GAK LUCU dan MENGGANGGU!!
Gue memang bukan ahlinya dan terlepas dari orientasinya, tapi gue melihat video ini sudah mengarah pada pelecehan ke personal trainernya.
Penelitian menunjukkan bahwa 20-30% instruktur fitness pernah mengalami e*ual harassment atau pelecehan seksual dengan kebanyakan pelakunya adalah klien, saat sesi personal training. Pelecehan se*sual berasosiasi signifikan dengan peningkatan gejala depresi, kecemasan, dan gangguan makan.
Jadi sekali lagi, video ini GAK LUCU!
Sumber:
Mathisen (2021). Sexual Harassment in Fitness Instructors: Prevalence, Perpetrators, and Mental Health Correlates.
Sbg minoritas Indon, gw suka kesel.
Di US, kelompok2 minoritas banyak yg paham kalo mereka perlu bersatu & solid.
Contoh: Politikus Muslim di US banyak yg Pro-LGBT dan sebaliknya banyak juga.
Di sini? Minoritas isinya fasis2 yang kebetulan ditindas oleh fasis yang lebih besar.