Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Karena MU abis menang, dan hari ini gue full senyum, gue mau bagi-bagi THR giveaway image IPhone 13 Pro 256gb buat salah satu dari lo yang ngeliat postingan ini, syaratnya cuma komen dan retweet aja, tambahin like juga boleh, gue umumin pemenangnya besok malam.
Semoga beruntung ❤️
SEPUTAR RUU PERAMPASAN ASET
Presiden pny menteri yg sekaligus:
- Ketum Golkar (85 kursi DPR-12,31%)
- Ketum Gerindra (78 kursi DPR-12,57%)
- Ketum Demokrat (54 kursi DPR-7,77%)
- Ketum PAN (44 kursi DPR-6,84%)
Presiden juga pny menteri dari partai:
- PKB (58 kursi DPR-9,69%)
- PPP (19 kursi DPR-4,52%)
- Nasdem (59 kursi-9,05%)
Ditotal, tanpa melibatkan PDIP, Presiden punya 63,2% suara pendukung di DPR. Sebelum pecah kongsi sama PDIP, bisa mencapai 82,08%.
Gak usah susah2 nego, lobi2 dan macem2, Presiden ngajuin RUU, bisa beres tuh urusan. Contoh:
UU Minerba
UU Ciptaker
Pengesahan Perppu Ciptaker
Revisi UU Pilkada
.
.
.
.
Itu menunjukkan apa?
- Niat untuk mempercepat atau memperlambat proses di DPR itu yg ngatur Presiden. Presiden mau cepat, proses jadi cepat. Presiden mau lambat, proses jadi lambat.
- Bukannya yg bikin UU adalah DPR? Benar. Tapi kenyataan sesuai omongan Bapak Bambang Pacul, semua tergantung ketum. Ketumnya siapa? Cek penjelasan di atas. Presiden pegang 4 ketum dan 63,2% suara di DPR.
- Kenapa yg didemo cuma revisi UU Pilkada? Ini tidak benar. Semua bersuara dan diperjuangkan kok, termasuk untuk RUU Perampasan Aset.
Tapi, kalo revisi UU Pilkada tidak didahulukan, di periode depan, kondisi akan sama dgn skrg. Presiden mendominasi tanpa tanding di DPR. Akhirnya agenda DPR disetir oleh Presiden.
- Gimana kalo DPR disetir Presiden? Akhirnya Presiden bisa punya kemampuan untuk mengatur semua. Mulai dari Kapolri dipilih yg dekat dan support Beliau, Panglima Abri, komisioner lembaga independen seperti KPK, sampe PLT/Pj kepala daerah selama masa tunggu Pilkada. Yg kesemuanya butuh rekomendasi/persetujuan DPR, yg DPR nya cuma manut2 aja sama Presiden.
- Korupsi, kolusi, nepotisme itu akarnya dari penyalahgunaan wewenang. Ingat, power tends to corrupt, absolut power corrupts absolutely. Kamu bisa liat, siapa sih yg punya kekuasaan absolut di sini? Berarti siapa yg absolutely corrupts?
- Kenapa sih RUU Perampasan Aset tidak di-push dengan kekuatan yg sama kaya pas demo putusan MK 90 (yg meloloskan Gibran) dan demo revisi UU Pilkada? Ya yg butuh dihentikan ya kekuasaan absolut si Presiden. Kekuasaan absolut yabg mau tetap dipegang dengan mengajukan anaknya sebagai salah satu pucuk pimpinan tertinggi di Indonesia.
- Kalo kekuasaan absolut ini berhenti, niscaya produk hukum lain, akan lebih bebas dari kepentingan. Setidaknya bebas dari kepentingan si penguasa absolut. Itulah kenapa, sasaran tembaknya adalah menghentikan kekuasaan absolut Jokowi.
- Mengundangkan RUU Perampasan Aset itu mudah kalo Presidennya memang niat. Mau Presiden udah ngasi draft ke DPR, kalo Presiden gak niat, ya cuma jadi debu di atas meja. Ingat, kekuasaan Presiden dominan di DPR saat ini.
- Kalo kamu gak kerasa dibela dengan adanya demo, ya silakan saja. Toh demo juga gak spesifik belain kamu kok. 😝
Yang luput dibicarakan saat bicara kasus di Pulau Rempang sebetulnya ya foto ini.
MoU yg disaksikan langsung Jokowi 1,5 bulan lalu ini otomatis menekan pemerintah untuk segera kosongkan lahan agar pembangunan pabrik kaca punya Xinyi Group segera dimulai. Jadi siapa dalangnya?
Kerap mengatasnamakan rakyat tapi hanya siap pada juragan, sang ketum partai. Jadi mereka ini Dewan Perwakilan Rakyat atau Dewan Perwakilan Juragan Partai? | Mata Najwa
Baru tau soal kasus ini setelah di-WA temen wartawan. Saya sekalian sampaikan di #utasanak kali ini ya mengenai bahaya bayi dibawa bepergian dengan sepeda motor. Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. 🙏🏻
"Katakan pada hati Anda bahwa ketakutan akan penderitaan lebih buruk daripada penderitaan itu sendiri.
Dan tidak ada hati yang pernah menderita ketika mencari mimpinya,
karena setiap detik pencarian adalah pertemuan kedua dengan Tuhan dan dengan kekekalan."
#NasehatMbahNun