Suasana armada bus pemudik Diantar PKS Pulang Kampung yang mengular di sepanjang jalan Tb. Simatupang depan kantor DPTP PKS pagi ini.
Mohon maaf bagi pengguna jalan yang terganggu dengan rekayasa lalu lintas sekitar
#MudikGratisPKS
Gw berani bersumpah atas apa yang kalian tuduhkan ke HRS itu tidak benar. Mulai dari kehabisan logistik, melupakan KM50 sampe bersekutu dgn Mulyono. Kalian boleh tidak suka RK tapi menuduh ulama tanggung sendiri resikonya. Ikut Pilihan HRS itu komitmen dari Taat Ulama :)
Saya, Ruhama Ben, anak asli Tangsel, kuliah di Belanda dari bea siswa BJ Habibie...9 tahun di Belanda ... Lalu...(simak deh)
RamanShinta untuk Tangsel ๐
Pesan Habib Rizieq Syihab, dari kota suci Mekkah.
1. Jangan mau diadu domba antar umat Islam.
2. Jangan serang PKS dan pendukungnya
3. Jangan serang Anies dan pendukungnya
4. Titip pesan ke PKS dan partai-partai untuk menjaga Prabowo sebagai Presiden RI terpilih
5. Jangan mencaci maki PKS dengan pilihan politiknya.
6. Nasihat ke PKS untuk tidak melaporkan kelompok - kelompok yang kritis ke PKS
7. Nasihat kepada media dan kelompok -kelompok Islam untuk tidak menyerang PKS secara membabi buta.
8. Ketika umat berhasil diadu domba maka yang tertawa adalah mereka yang mengambil keuntungan dari pecahnya ummat.
9. Jangan terharu dan hanyut terhadap narasi " Kebo Merah " yang seakan-akan terzhalimi. Padahal selama 10 tahun terakhir kebo merah punya andil dalam " kerusakan" yang terjadi di bangsa ini.โ
https://t.co/w6jFzFSDZR
Buat teman2 yang sedang berdagang
ini adalah semester di FnB paling kejam di tahun ini.
penjualan lagi sepi sepinya.
jangan khawatir, oktober lebih sepi lagi, tapi nanti.. november lebih sepi lagi.
ga ada obat selain "YA ALLAH YA RABB YA TUHANKU, CAMPUR TANGANMU SANGAT MULIA"
Saat menikmati CFD di Ginza Sabtu lalu tiba-tiba ada yang menyapa dan mengenalkan diri. Beliau adalah pak Rachmat Harsono, Presdir dan CEO Samator Indo Gas. Bertemu dengan pak Rachmat, langsung mengingatkan kami pada ayahnya, pak Arief Harsono, yang adalah pendiri Samator, perusahaan produsen aneka gas industri, termasuk salah satunya adalah oksigen untuk keperluan medis.
Saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia, di saat gelombang varian yang menuntut pasokan oksigen medis amat tinggi, saat itulah pak Arief dengan Samatornya memutuskan turun tangan langsung membantu meningkatkan ketersediaan dan distribusi oksigen secara cepat dan mudah. Di saat ada kesempatan mendapatkan keuntungan berlimpah dari situasi pandemi, beliau memilih tidak mengambilnya dan memilih, pada dasarnya, membagi-bagi suplai oksigen miliknya.
Kami yang sedang bertugas di Jakarta saat itu turut merasakan kesigapan, keseriusan, dan kebaikan pak Arief dan Samator dalam membantu menyelamatkan begitu banyak nyawa. Maka kami pun termasuk yang merasa terkejut dan terpukul ketika di tengah masa pandemi itu, 2 Juli 2021, mendengar kabar pak Arief berpulang karena COVID-19.
Kini kepemimpinan Samator dipegang oleh pak Rachmat, putra beliau. Sabtu lalu, di Ginza, saat akhirnya berkesempatan bertemu langsung, dan bila boleh mewakili warga Jakarta, kami sampaikan terima kasih langsung kepada pak Rachmat atas peran besar Samator dalam ikut melawan pandemi, serta rasa hormat mendalam atas keteladanan kepemimpinan dan pengorbanan ayahnya, pak Arief Harsono, yang akan selalu kami kenang.