waktu kampanye bilangnya akan ngejar koruptor sampai ke antartika, sekarang bilangnya mau mengampuni koruptor asal mau taubat
setelah ngasih dirinya nilai 99 dan 100 untuk tuhan, sekarang jadi maha pengampun dan penerima taubat. mau remake kisah firaun apa gimana
NTT gempa, kalimantan dan sulses kebakaran, aceh bergejolak bukan jadi skala prioritas. masih sibuk dengan validasi, kopdes dan MBG yang efek dominonya bikin harga sembako jadi naik dan korupsi terang-terangan. rakyat tercekik bukan jadi soal baginya. hutang menjadi tanggungan rakyat, menaikkan pajak dan pengadaan pajak2 baru semaunya. terus menerus rakyat yang diperas. canggih
jajarannya juga cuma sibuk menyenangkan dan ngasih makan ego dia saja. apa itu kerja untuk rakyat? omong kosong
Allahu musta'an. kuat2 saudaraku 🥹
Nyesel kan lu yang milih Prabowo. Udah berasa efeknya ke elu?
Makanya klo punya privilese pendidikan dipake kepalanya buat mikir. Penjahat HAM dipilih jadi presiden tuh gimana ceritanya.
Karena lagi banyak kasusnya, saya cuman mau kasih tau ya berdasarkan ekspertis saya, kalo anak keracunan makanan walaupun cuman sekali, ancamannya serius bisa sampai merusak perkembangan otak anak. Ukuran tubuh anak yang kecil, laju metabolisme yang kencang, dan sawar darah otak yang masih berkembang, membuat paparan racun saraf (neurotoksin) atau kuman dari makanan beracun tadi bisa lebih mudah masuk dan bisa merusak otak yang kalo ternyata amit2 parah akan menyebabkan gangguan kognitif jangka panjang, masalah perilaku, hingga keterlambatan perkembangan anak. Jadi tolong ya jangan jahat2 sama anak, jangan diracunin mereka. Punya hati sedikit jadi manusia jangan bikin setan minder sama kelakuan jahatmu hai orang serakah iblis goblok laknat asolole. Terima kasih. 🙏🏻
🚨 Astagfirullah..
Ini kerjaan Menteri PU (Dody Hanggodo) gabut apa gmn? Cuti staff aja dia yang ngurusin
GONG nya lg! ada yg mau cuti sakit, baru di approve bulan ini. Padahal orangnya udh MENINGGAL WOI 💔😭
Cuti itu hak tiap karyawan! hal basic kayak gini aja kok ngerti ya?
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Sedikit advice untuk tim kabinet dan pejabat:
Tolong jika lain kali ketika ada video kritik yg viral, jangan buru2 direspons.
Bedah per menit, respons dengan data.
Hindari bahasan personal.
Menggeser kritikan ke arah personal, itu menghilangkan inti dari video balasan.
Gak usah diglorifikasi gini. Mau lahiran normal ada gak ada jahitan, mau lahiran belasan jam, mau lahiran sc, mau lahiran langsung dlosor semua lahiran bayi dan ibu selamat itu udah hebat banget banget
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.