(1/3) Hah? Hah? Maaf aku culture shock, aku ngikutin fandom ini baru yes, tapi udh lama ya berkecimpung di fandom vtuber lain. BARU INI GW TAU STAFF SE PANSOS & SEIKUT2 INI ???? Maaf bgt tapi ini mah namanya aji mumpung. Udh bener akun staff ilang aja semua, sisa 1 offi udh cukup
Baru tau ternyata ada yang namanya Mushola Bergerak. Jadi di video terbaru, Ivan Gunawan, ia bertemu dengan sosok inspiratif dibalik gerakan ini.
Menurutnya, Musholla bergerak hadir untuk menyediakan fasilitas sholat yang ada pada acara-acara publik, (cont)
Aku merasa kasus b dari dulu tuh cuma "dipaksa" closed dengan numbalin b. Dan semua selesai karena staff dan talent turun tangan n minta maaf. Sementara di internal plli masih banyak yang perlu dibahas.
Dan lagi, witch hunt ke b itu mostly dari fandom sendiri, bukan dari plli
Halo, semuanya. Saya Arjuna Arkana sebagai leader PANDAVVA mendengar pesan, kritik dan masukan dari teman-teman semuanya. Melihat apa yang terjadi kemarin, saya merasa apa yang dilakukan oleh salah satu staff kami Luna merupakan kesalahan yang sangat fatal. Secara personal, saya meminta kepada tim management/staff untuk mencopot jabatan staff yang bersangkutan langsung efektif hari ini. Terakhir, seluruh kegiatan staff dihentikan untuk sementara waktu.
Saat ini akan ada beberapa penyesuaian terhadap aktivitas PANDAVVA hingga seluruh kegiatan kami dapat kembali berjalan normal.
Terima kasih banyak atas perhatiannya. Mohon berikan kami waktu untuk berbenah diri.
@bebekhujanbadai Beda kasus. Si Biru bisa impor lawsuit langsung dari Korea gara-gara PDVV dapat duit dari cover PLAVE dan lu-lu pada belum tau udah izin atau belum. Klau ini msuk delik aduan, PDVV bisa disband dan bayar denda jutaan won.
This been bothering me much
Terkait shipping, di rules kan tidak boleh membawa shipping ke ranah official
But staff banyak yg pakai untuk hype dll, imo that against the rules
Apalagi dgn reveal akun staff, otomatis akun tsb sudah menjadi perwakilan official talent
Kemarin, tulisanku dituduh pakai AI.
Di saat yang hampir sama, ada gambar commis orang lain yang dituduh tracing secara sepihak di publik. Padahal dia cuma pakai referensi pose dan sama sekali nggak tracing.
Kita hidup di zaman saat mencurigai jauh lebih mudah daripada memverifikasi.
Mungkin, karena terlalu sering sakit hati, komunitas kita memakai logika keliru, bahwa lebih baik salah tuduh daripada kecolongan. Padahal itu logika yang berbahaya.
Aku nggak bilang kalau skeptis itu dilarang. Wajar saja kalau saat merasa ada yang janggal, lalu kita curiga.
Namun, sebelum menyebarkan tuduhan ke publik, ada yang namanya verifikasi kan?
Sayangnya, verifikasi itu nggak viral dan nggak menghasilkan engagement sebanyak tuduhan langsung. Kasus seperti ini membuat hatiku sesak karena aku bisa membayangkan rasanya.
Cobalah aktifkan empatimu, bayangkan dirimu sebagai pembuat tulisan atau gambarnya. Kamu sudah capek bikin karya, lalu tiba-tiba namamu disebar sebagai orang yang bersalah.
Akhirnya kamu harus membuktikan bahwa kamu bukan penjahat.
Itulah yang menyakitkan dari tuduhan publik yang terburu-buru. Posisinya langsung menyudutkamu. Kamu jadi harus membela diri, padahal tadinya cuma fokus berkarya.
Di dunia seni visual, menggunakan referensi pose itu standar dan sangat dianjurkan untuk belajar anatomi. Seniman profesional kelas dunia pun selalu memakainya.
Di dunia tulisan, skeptis terkait pemakaian AI memang sangat valid. Tapi jelas nggak membenarkan tindakan menuduh orang di publik, tanpa dasar yang kuat.
Tuduhan selalu menyebar lebih cepat daripada klarifikasi.
Orang yang membaca dan engage dengan tuduhan biasanya nggak peduli pada post klarifikasi karena mereka udah lanjut scroll layar. Akibatnya, nama baik kreator yang dituduh akan tetap rusak di benak sebagian orang.
Itulah harga mahal yang harus dibayar oleh orang yang dituduh, bukan oleh sang penuduh.
Aku menulis ini karena komunitas kita nggak seharusnya membuat kreator takut berkarya. Kalau kita terus mempermudah tuduhan dan mempersulit klarifikasi, kita sedang memusuhi diri sendiri. Padahal kita berkumpul di sini karena cinta pada kreativitas.
Kalau respons kita hanya curiga dan langsung menyerang sebelum tahu kebenarannya, kita sedang merusak hal yang kita cintai. Ini adalah sebuah ironi yang sangat menyedihkan.
Jadi, sebelum kamu mengunggah tuduhan terbuka, tanyakan satu hal pada diri sendiri. Apakah kamu sudah cukup yakin untuk meminta orang lain ikut percaya? Kalau belum yakin, lebih baik verifikasi dahulu.
Kalau ternyata kamu salah, hanya waktumu yang terbuang. Tapi kalau terlanjur menuduh dan ternyata salah, kamu sudah menghancurkan reputasi dan perasaan orang lain, yang kemudian bisa berujung pada reputasimu sendiri juga.
Komunitas yang baik adalah komunitas yang cukup sabar dan nggak langsung main hakim sendiri. Semoga kita bisa menjadi komunitas yang seperti itu.
Gua jadi keinget tahun lalu ada anggota dewan yg mengolok-olok dan berkata kasar ke rakyat sampe rakyat marah dan demo besar-besaran. Trus untuk meredakan amarah rakyat, akhirnya anggota dewan ini dinonaktifkan sementara tapi skrg dah aktif lagi.
Mirip banget lagi anjir wkwkwk
Nge-call out, per talent posting klarifikasi masalah B, semua staff kelimpungan reach out si B. Tapi si luna malah di-treat kayak daging steak wagyu A5
Terus sekarang diem semua? Kenapa? Karena yang disenggol bukan fandom kpop? Yang fans nya salah satu target market kalian?
Gue gabisa lanjut dukung pandavva karena mau diliat dari angle manapun, ga mungkin staff bisa ngeluarin statement seperti itu tanpa mereka meeting satu tim. Ga mungkin 5 talent yg orang cerdas ini diem aja, pasrah sama keputusan yang akan berdampak besar sama karir mereka.
These dumbasses are basically forgetting their own culture. People in the Edo period wore "okoso zukin" - head coverings too. So by his logic, they were also doing something "bad" right? 🤣
kalo staff staff ini ga double standard dan ga ngartis dari sebelum sebelumnya gue yakin respons warga ga akan semarah ini, just saying~
dari masalah arcrylic standee yang jelas defect tapi [AWALNYA] ditolak keluhan buyernya pun gue udah tanda tanya sedikit sama timnya ini
Lagian gue heran deh. Kok kalian (staff & talent) yang berisik soal kondisi negara ini bisa affiliate sama orang yang politics DNI/F? Bahkan dari statement ini, keliatan Luna masih dipertahanin jadi staff. Bukannya itu bertentangan sama ideologi kalian yang vokal soal politik?
oh pada akhirnya pandavva adalah sirkel sirkelan muka dua. kemarin lu berani nge callout fans di akun biru, bahkan talent lu sendiri yg callout loh. sekarang karena bestie jadi lu lembek yak?