mendengarkan seluruh wawancara, khususnya cuplikan ini, saya berpikir dan merenung panjang.
dan saya kira saya mesti mengoreksi catatan saya.
saya berpikir ini bukan lagi hanya tentang para pembisik atau orang-orang di sekitar pak prabowo. ini memang pak prabowo sendiri -dengan pendirian dan pandangannya sendiri. para pembisik dan orang dekat yg ABS hanya memperparah situasi ini. mungkin saya salah, tapi itu tercermin jelas dari wawancara sekian jam tersebut, dan cuplikan singkat ini.
and to all of you who have the responsibility of ensuring the president gets accurate information and acts accordingly, i bid you the best of luck and all the strength you need.
tetaplah sayang dan cinta pada negeri ini. tetaplah berisik. tetaplah kritik, bahkan protes, pada kebijakan pemerintah yang keliru -sembari terus berharap pemerintah mau memperbaiki diri dan memberi kesempatan orang-orang yang benar-benar mampu dan baik membantunya untuk itu.
kritik dan protes itu bukan makar. justru itu bentuk cinta terdalam kita pada republik ini.
Following the conversation with John Mearsheimer, I recently sat down with Jiang Xueqin of @Pred_History, where we examine the same crisis through a sharply different lens:
- The nuclear issue as a geopolitical pretext rather than an immediate tactical threat,
- Why the probability of nuclear use remains extremely low despite rising escalation,
- Israel’s deterrence doctrine and the logic behind the “Samson Option,”
- Iran’s strategic choice to avoid developing nuclear weapons,
- The possibility of a Russian “nuclear umbrella” over Iran,
- How prolonged wars reshape regional order.
- How eschatology plays a part in the endless war, and why China may not play a role in this “scripted” spiritual transition.
Yet the discussion moves well beyond the world events. We also explore his personal trajectory, his intellectual formation, and his philosophy of life.
If there is one lesson to take from @xueqinjiang, it is this: being consequential matters more than being wealthy.
A grounding conversation on power, war, and consequence.
Soon on Endgame - Monday, 16 March, 5 PM WIB / 2 AM PST.
"Pada tahun 1998, teman seumuran saya dibunuh aparat. Pada tahun 2025, Affan, yang sebaya dengan anak saya, dibunuh aparat.
Dia tidak seberuntung para polisi muda, yang ayahnya, dan mungkin ibunya, punya sawah untuk dijual.
Ada otak di kepala. Bukankah para polisi itu bisa menggunakannya? Jika ada otak, apakah jadi polisi?
Tahukah kalian bahwa semua keputusan politik di negara ini adalah hasil pilihan kalian? Kalian bilang, "Kami rakyat kecil. Kami ini bisa apa?" Kalau kalian tidak berarti bagi mereka, tidak mungkin mereka akan datang mengemis suara kalian.
Anda, Pak Polisi, Ibu Polisi, mau sampai kapan kalian menggunakan kekerasan untuk menghadapi rakyat? Kami ini bukan musuhmu, Pak. Kami ini tangan kosong. Kami ini hanya menyuarakan suara kami.
Kami yang tertindas, kami yang bekerja hari ini, tanpa tahu besok apakah masih ada lapangan pekerjaan untuk kami. Kami yang setiap hari harus berpikir, "Budget apa lagi yang harus kami bayar?" Biaya UKT kuliah anak kami lagi yang akan naik. "Berapa lagi yang harus kami cari?"
Kalian kemana? Kalian membela anggota Dewan yang berjoget dengan pendapatan 100 juta per bulan. Tapi kalian memukuli kami yang di luar sini.
Kalian bisa bersikap manis pada para anggota Dewan, pada para pejabat. Tetapi mengapa kalian beringas terhadap rakyat?
Tolonglah, balikkan badan kalian, berjuanglah bersama kami rakyat. Apakah kami harus mengadu ke Damkar? Apakah kalian tidak malu ketika kalian sedikit demi sedikit kehilangan fungsinya?
Ketika kalian diperolok bahwa kalian hanya bisa merazia. Ketika ada pencurian, masyarakat meminta bantuan Damkar. Ketika ada kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat larinya ke Damkar. Apakah kalian tidak malu?
Kalian berseragam coklat untuk menegakkan keadilan. Untuk membantu kami yang tidak mengerti hukum!"
Ibu Nana
Warga Kotawaringin Barat
Kalimantan Tengah
30 Agustus 2025
Ngurusin 1300 mitra, ngajarin, mendampingi, terima keluhan, terima barang yang udah tau bakal ditolak, ngasi kredit tanpa bunga.. mentok di instansi ini.. hebat ya..
[BREAKING] Indonesia deflasi lagi di bulan September sebesar 0,12%.
Ini udah deflasi selama lima bulan beruntun (Mei - September), kondisi terburuk sejak 1998.
Daya beli masyarakat lemah!
Bank Indonesia asking people to spend to give the economy a boost after the government unveiled plans to raise taxes, employment numbers fell, and 9.5 million people went from middle class to aspiring middle class
Indonesians looking at their wallets:
Pingin denger cerita dan pengalaman anak yang masa kecilnya hasil dari "pasangan tidak harmonis yang bertahan demi anak" vs "orang tua yang bercerai tetapi penuh curahan kasih sayang" :)
Fakta bahwa ada generasi yang bisa menonton:
Ronaldo Botak
Zidane
CR
Messi
Federer
Djokovic
Nadal
Alcaraz
LeBron
MJ
Steph
Tim Duncan
Kobe
Shaq
Schumi
Hamilton
Alonso
Vettel
Kimi
Brady
Peyton
Mahomes
Brees
Ohtani
Mike Trout
Jeter
Michael Phelps
Usain Bolt
is insane.