Kalau seluruh buku pelajaran SDโSMA/SMK dicetak ulang, mungkin percetakan salah satu yang sibuk.
Tapi siapa yang paling untung di proyek ini?
Pabrik kertas!
Mari kita hitung.
Portal Data Kemendikdasmen saat ini mencatat 28,27 juta siswa SD/sederajat, 13,41 juta SMP, 7,14 juta SMA, dan 4,98 juta SMK.
Jadi basisnya sekitar 53,79 juta siswa.
Berapa buku yang harus dicetak?
SD kelas IโII punya sekitar enam mata pelajaran wajib utama; mulai kelas III bertambah IPAS dan Bahasa Inggris. SMP memiliki sekitar sepuluh mata pelajaran wajib.
Di SMA kelas X ada Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PJOK, Informatika, serta Seni/Prakarya.
Di kelas XIโXII, siswa juga memilih 4โ5 mata pelajaran pilihan, sehingga jumlah buku per siswa naik.
Jika dihitung maka buku yang akan dicetak sekitar 474,4 juta buku.
Dengan asumsi ukuran, ketebalan dan gramatur buku sekolah rata-rata, kebutuhan kertasnya sekitar 195 ribu ton. Rentang wajarnya bisa 160โ315 ribu ton, tergantung spesifikasi buku.
Sebagai benchmark, HVS A4 70 gsm di Inaproc tercatat Rp45.681/rim.
Dengan berat sekitar 2,183 kg/rim, nilainya setara ยฑRp20.900/kg.
Kalau angka itu dipakai sebagai patokan:
195 ribu ton ร Rp20.900/kg =
Rp4,1 triliun โ ๏ธ
Ini belum percetakan, tinta, binding, packaging, distribusi, dan margin penerbit.
Artinya, kalau ada kebijakan cetak ulang buku secara nasional, salah satu pihak yang paling langsung mendapat lonjakan demand tentu pabrik kertas.
Jadi, siapa pun yang punya pabrik kertas, tentu punya alasan untuk tersenyum kalau proyek cetak ulang buku nasional benar-benar jalan.
Pertanyaan selanjutnya, siapa yang punya pabrik kertas? ๐ค
Prof. Zainal Arifin Mochtar:
Semua org, tokoh Reformasi yang konyol, yang teriak, yang kelihatan gagah, yang kemarin diusir di UGM atau apapun itu, tanyakan kepada mereka "Apa dari agenda Reformasi 98 itu yang bertahan.
Sebutkan yang mana yang berjalan dan mana yang berhasil sekarang!?
Aku gak yakin mereka masih bisa dan masih mau bersuara saat ini sementara banyak diantara mereka yang sdh duduk manis dgn jabatan empuk.
Ada yg sdh jadi komisaris, menteri, wakil menteri dan jabatanยฒ empuk lainnya di BUMN.
Produk gagal Reformasipun sudah kehilangan arah dan bersanding dgn anak haram konstitusi.
Apa yg bisa diharapkan!?
#BangkitIndonesiaku
#SongsongPerubahan
Merdeka !!!
โ๏ธ๐ฒ๐จ๐ฒ๐จ
...Memalukan PSSI.
Menjijikkan Erick Thohir.
Kalah sama Vietnam di kandang sendiri dgn 80% pemain naturalisasi.
Ini bukti bahwa apa yg dikatakan bung Kus saat kualifikasi pra Piala Dunia lalu adalah sebuah kebenaran.
Bahwa kualitas timnas Indonesia sangat busuk... (``,)
Laporan analisis terbaru Harian Kompas melempar alarm ekonomi paling mengerikan tahun ini: Setelah fenomena "MANTAP" (Makan Tabungan), kini masyarakat kelas menengah-bawah meluncur ke fase "MATANG" (Makan Utang) hanya demi mencukupi kebutuhan perut sehari-hari.
โKetika Istana sibuk mengklaim "fundamental ekonomi bagus" & pertumbuhan di atas 5%, data OJK & Bank Indonesia per Mei 2026 justru membongkar kenyataan berdarah-darah di lapangan.
1. Pinjaman Konsumtif Meroket Rp160,7 Triliun.
Total saldo utang dari Pinjol (Pindar), Kartu Kredit, dan Paylater melonjak 26,4% (YoY) menembus Rp160,7 Triliun. Pinjol memegang porsi terbesar hingga Rp103 Triliun, sementara pembiayaan Paylater tumbuh paling liar mencapai 42,04%.
2. Pegadaian Kebanjiran Warga yang Gadai Barang.
Pembiayaan industri Pegadaian meledak 57,97% (YoY) menjadi Rp131,2 triliun, di mana 84% di antaranya adalah rakyat yang terpaksa menggadaikan barang berharga demi bertahan hidup.
3. Tsunami PHK Sektor Riil
Sebab utamanya dibeberkan oleh CELIOS (Nailul Huda): badai PHK sektor riil kian tak terkendali. Data Kemnaker per Juni 2026 mencatat korban PHK melonjak 23 kali lipat dalam sebulan (dari 829 orang di Mei menjadi 19.530 orang di Juni).
4. Konsumsi Semu Hasil Numpuk Cicilan
Guru Besar FEB Unand (Prof. Syarifuddin Karimi) menegaskan: tingginya angka belanja warga hari ini bukan karena pendapatan riil naik, melainkan ditopang utang berulang . Warga terjebak lingkaran setan cicilan yang siap meledak menjadi krisis kredit macet (NPL) dan pemicu kriminalitas sosial.
Inilah dampak nyata dari kebijakan fiskal ugal-ugalan: APBN dibakar ratusan triliun untuk proyek pemborosan non-produktif, sementara sektor riil dibiarkan sekarat, BBM dinaikkan, dan daya beli rakyat dihancurkan. Mengelola negara itu menggunakan rasio ekonomi riil, bukan modal omon-omon klaim statistik di atas kertas.
Video ; kompas tv
ferry saran ke prabowo segera pecat purbaya dari menkeu:
- purbaya diduga suruh kantor pajak kirim surat ke podcaster yang kritis ke dia
- dianggap balas dendam pribadi
- ini dianggap abuse of power soalnya kantor pajak di bawah wewenang menkeu
- dia juga kenal purbaya sejak 2000
- katanya dari awal emang ga paham ekonomi
- kebijakan mindahin saldo bi ke himbara dianggap aneh dan ga efektif
- mundurnya gubernur bi perry warjiyo dicurigai
- ada kaitan sama purbaya yang mau kuasain bi
- porsi kepemilikan bi di sbn naik jadi 29-30%, asing turun ke 12,5%
- dianggap tanda bi ga independen lagi
- ini dianggap bahaya soalnya bikin investor asing takut dan kabur
- gaya bicara purbaya dikritik "serok serok" dan dianggap ga pantas buat menteri
- klaim optimis purbaya soal ekonomi tumbuh 6-8% dianggap ga terbukti,
- rupiah dan ihsg malah tertekan
kritik rocky gerung ke rezim prabowo:
- APBN habis ggara-gara ambisi pamer program kerakyatan
- kabinet 100+ orang cuma jadi beban
- gak ada yang kerja jelas
- rapat kabinet isinya cuma presiden ceramah sendirian,
- menteri diem semua dan tertawa serta tepuk tangan
- perjanjian politik antar partai bikin presiden gak berani ganti menteri gak becus
- rezim ini "gak bisa diperbaiki,
- harus diganti total
- kalau gak radical overhaul, katanya "gak bakal sampai 2029"
"Monyet yang rakus hanya bisa menghabiskan dua tandan pisang,
Gajah yg mengamuk hanya bida merusak 10 pohon saja,
Tapi manusia rakus dengan akalnya bisa membakar hutan, merusak pulau, dan gunung!"
-media askar
KORAN BELANDA 29 Juli 2026
๐๐ฉ๐๐ค๐๐ก ๐๐ง๐๐จ๐ง๐๐ฌ๐ข๐ ๐๐๐๐๐ง๐ ๐๐๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐๐๐๐๐ง๐ ๐ค๐ซ๐ฎ๐ญ๐๐ง?
Ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda memburuk, tetapi Presiden Prabowo Subianto membantah keras bahwa ada masalah. Sebaliknya, ia menyebut para pengkritiknya sebagai โlondo irengโ (pengkhianat) dan, untuk sementara ini, tampaknya tidak berniat menghentikan proyek-proyek raksasa yang menghabiskan anggaran sangat besar.
Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak indikator ekonomi yang mengkhawatirkan bermunculan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berulang kali turun tangan untuk menopang rupiah setelah nilainya merosot ke titik terendah dalam sejarah. Pada saat yang sama, penciptaan lapangan kerja terus melemah dan jumlah pekerjaan yang tersedia menyusut hingga puluhan ribu.
Namun Presiden Prabowo bersikeras tidak ada krisis. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan laju pertumbuhan sekitar 5โ6 persen.
Dalam pidatonya pekan lalu, Presiden bahkan menyerang para pengkritiknya dengan menyebut mereka โlondo irengโ. Istilah tersebut pada mulanya merujuk kepada pribumi yang berpihak kepada Belanda pada masa perang kemerdekaan. Kini istilah itu digunakan secara lebih luas untuk menyebut orang Indonesia yang dianggap mengkhianati bangsanya sendiri.
โMereka sudah berbulan-bulan mengatakan Indonesia akan runtuh. Katanya April, lalu Juli. Tapi tidak terjadi apa-apa,โ ujar Prabowo dengan nada menyindir.
โ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐โ
Di balik optimisme Presiden, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya mulai menurun, dari sekitar 80 persen menjadi sekitar 50 persen. Semakin banyak warga Indonesia yang kehilangan kepercayaan terhadap apa yang oleh para pengkritiknya disebut sebagai โPrabowonomicsโโmodel pembangunan yang bertumpu pada peran negara yang sangat dominan, belanja populis, dan eksploitasi sumber daya alam secara lebih intensif.
Para investor asing semakin berhati-hati. Kalangan kaya Indonesia juga mulai memindahkan dana mereka ke pusat-pusat keuangan seperti Singapura dan Dubai.
๐จ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐?
Walaupun ekonomi masih tumbuh sekitar 5 persen, para ekonom menilai angka tersebut menutupi persoalan struktural yang lebih mendalam.
Indonesia masih menggantungkan sebagian besar pendapatannya pada ekspor bahan mentah seperti nikel, batu bara, minyak, gas, emas, kayu, dan minyak sawit. Industri pengolahan memang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, tetapi sebagian besar nilai tambah masih dinikmati perusahaan asing. Manfaat bagi masyarakat Indonesia jauh lebih kecil dibanding keuntungan yang dinikmati kelompok oligarki bisnis.
Sementara itu, sektor-sektor yang biasanya mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar justru tertinggal.
Berbeda dengan banyak negara Asia Timur, Indonesia belum berhasil mengubah jumlah tenaga kerja mudanya yang besar menjadi basis industri manufaktur yang kompetitif dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Negara-negara yang sukses melakukan industrialisasi mampu naik kelas dari industri padat karya menuju manufaktur yang lebih maju sehingga melahirkan kelas menengah yang terus berkembang.
Sebagian negara tetangga bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menghubungkan pemerintah, universitas, dan dunia usaha untuk mengembangkan serta mengekspor teknologi seperti semikonduktor dan kendaraan listrik. Indonesia dinilai tertinggal dalam proses transformasi tersebut.
Para investor juga mengeluhkan kualitas pendidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan industri modern. Regulasi dinilai membingungkan, korupsi masih meluas, dan birokrasi pemerintah sulit diprediksi.
Beberapa perusahaan bahkan baru diberi tahu setelah mereka berinvestasi bahwa ekspor komoditas tertentu hanya boleh dilakukan oleh badan usaha milik negara yang baru dibentuk. Ketidakpastian serupa juga terjadi di sektor perkebunan dan pertambangan.
Tingkat pengangguran resmi memang berada di bawah 6 persen. Namun angka tersebut dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Lebih dari separuh penduduk Indonesia bekerja di sektor informal, sebagai pengemudi ojek, pedagang kaki lima, atau buruh lepas. Bahkan lulusan perguruan tinggi pun semakin sulit memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.
Sementara itu, mahasiswa secara rutin menggelar demonstrasi menentang apa yang mereka sebut sebagai โPrabowonomicsโ, sambil membawa spanduk bertuliskan โMenuju Indonesia Bangkrut?โ
Ambisi pemerintah sangat besar. Pemerintah ingin membangun lumbung pangan raksasa untuk mencapai swasembada pangan, mendirikan toko desa bersubsidi di 80.000 desa, membangun tiga juta rumah murah, menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil, serta membangun ibu kota baru dengan biaya mencapai ratusan miliar dolar, di samping meningkatkan belanja untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Para ekonom memperingatkan bahwa belanja pemerintah berpotensi melampaui batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap PDB sehingga dapat menggerus kepercayaan investor.
Menurut para pengkritik, Prabowo kerap mengabaikan pihak-pihak yang menyampaikan keberatan. Ia dianggap kurang memperhatikan pertanyaan mengenai kemampuan negara membiayai berbagai proyek ambisius tersebut, sementara pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama pemerintahannya.
Tahun-tahun mendatang akan menunjukkan apakah Indonesia mampu terus membiayai proyek-proyek mahal tersebut sekaligus mengendalikan inflasi, menjaga kepercayaan terhadap rupiah, dan memastikan utang negara tetap berada dalam batas yang aman.
Dengan demikian, pertanyaannya bukan lagi apakah Prabowo merupakan seorang pemimpin yang penuh energi, melainkan apakah visi ekonominya mampu menjamin kemakmuran Indonesia dalam jangka panjang.
๐๐ฐรซ๐ญ ๐ท๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฎ๐ฎ๐ฆ๐ญ, ๐๐ฆ ๐๐ฐ๐ญ๐ฌ๐ด๐ฌ๐ณ๐ข๐ฏ๐ต
pendapat media asing (reuters) soal gubernur BI:
- mundurnya perry didahului konflik sama menkeu purbaya soal ekonomi
- konfliknya: kebijakan purbaya dianggap bertentangan sama upaya bi jaga nilai tukar
- gak ada yang mau komentar
- bi, purbaya, kemenkeu semua diam
- jumat masih ketemu investor & bilang tetap jadi gubernur
- sabtu tiba-tiba ajukan mundur
Semua bermula dari rencana untuk cetak uang mengatasi krisis. Selama ini BI gak bisa dikendalikan Wowo karena peruri sebagai tukang cetak duit tidak bisa berbuat banyak kalau tidak ada ijin BI.
Dirut Peruri sudah diganti, kini gubernur BI dikondisikan untuk mundur. Apalagi Perry ada kasus CSR BI. Aparat hukum jadi punya celah ngancam. Jadi tersangka atau mundur. Setelah ini orang wowo akan jadi gubenur BI. Jadi perintah cetak uang akan lancar jaya
From this To this
Bau anyir yang sudah tercium sejak sehari sudaryono diangkat menjadi kepala BGN: daya buzzernya 10x lebih kuat daripada kepala-kepala sebelumnya.
Bukan hanya daya dengungnya yang tinggi, antusiasme hingga inisiatif die hard-nya pun bukan main-main.
Handai Tolan yang lama bekerja di bidang per-medsos-an pasti bisa dengan mudah mencium bau anyir ini.
Gue baru sadar, sejak John Herdman jadi pelatih timnas, sudah tidak ada lagi yang membandingkan dengan STY.
Artinya fans timnas pun terima aja kalo pelatih penggantinya sepadan atau bahkan lebih baik.
Kita membandingkan pelatih yang kemarin dengan STY itu karena kualitasnya downgrade bukan buzzer STY.
Begitu pelatihnya upgrade, udah ngga ada lagi yang membandingkan dengan STY. So, fans timnas itu objektif.