Fakta menyedihkan di negeri ini:
Bangunan Kopdes dan dapur-dapur MBG dibangun lebih cepat, sementara banyak bangunan sekolah dan akses menuju sekolah yang rusak lama sekali perbaikannya.
MBG mau distop libur sekolah.
Yang gak marah:
- Murid ❌
- Orang tua siswa ❌
- Guru ❌
- Ibu hamil dan menyusui ❌
Yang marah:
- Presiden ✅
- BGN ✅
- Yayasan yang punya SPPG ✅
- Parjo, parcok, parpol yang punya yayasan ✅
- "Relawan" SPPG ✅
- Pengusaha MBG ✅
🚨SERUAN AKSI ESOK HARI
BEM FH Trisakti mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk turut hadir‼️
Indonesia Gawat Darurat Rakyat Bersatu Menggugat
Hari / Tanggal : Jumat, 19 Mei 2026
Waktu : 13.30 - Menang
Titik Kumpul : Tugu Luar 12 Mei
Titik Aksi : Gedung DPR
Dalam 60 hari terakhir:
Aktivis HAM disiram air keras → pelakunya bebas sebelum motor lo lunas
Kacab Bank BUMN diculik dan dibunuh → salah satu pelakunya cuma 1 tahun, masih aktif berseragam
4 Brimob ditikam sampai operasi → diselesaikan dengan "damai" dan mutasi
Oknum TNI aktif ditangkap bawa 29 kg sabu → pengedar, bukan pemakai
Bocah SD 12 tahun dicabuli → pelakunya kabur 36 hari dari pemeriksaan internal sendiri
Ini bukan rangkuman berita kriminal biasa.
Ini laporan kinerja sebuah sistem.
Kalian harus tahu ini juga wak...✋️✋️✋️
Buat nampol pejabat dirut tvri yang kolot itu.
Perbandingan indonesia vs Malaysia hak siar piala dunia 2026
1. INDONESIA: Rp1,3 TRILIUN
TVRI free-to-air gratis di tv digital tapi Berbayar di streaming
2. MALAYSIA: Rp569 Miliar
Semua gratis baik tv digital maupun streaming di RTM sekali klik tanpa daftar tanpa ribet.
Begitulah bedanya negara maju vs negara mundur. Semua di persulit padahal udah pakai duit rakyat.
Yesterday, police CLASHED with THOUSANDS of students, who were protesting in Bandung, Indonesia.
PRES. PRABOWO AND HIS INTERVENTIONIST ECONOMIC POLICIES ARE TANKING THE RUPIAH.
DARURAT AGRARIA🚨🚨⚠️⚠️⚠️
TNI AMBIL PAKSA TANAH RAKYAT.
Ngakunya bela rakyat. Tapi yang digusur juga rakyat! Atas nama "pembangunan Batalyon",
TNI mau menggusur tanah petani Serikat Petani Pasundan (SPP) di Tasikmalaya.
Petani sudah bicara baik-baik: ada UUPA 1960, ada konstitusi. Hak atas tanah mereka dijamin negara tidak bisa ditarik sesuka aparat dengan dalih 'tanah negara'.
Tapi jawabannya bukan dialog, tapi intimidasi.
Dalih "kepentingan nasional" dipakai buat menekan rakyat kecil yang cuma mempertahankan hak atas tanah mereka yang dijamin konstitusi.
Jadi pertanyaannya: kepentingan nasional itu untuk siapa, kalau rakyatnya sendiri yang dikorbankan?