Sadar gak,
Sebenernya, biaya hidup di tempat yang dikelola dgn buruk tuh justru makin mahal.
- trotoarnya jelek, jadi mau jalan 1-2km aja males, harus naik kendaraan.
- transportasi publiknya gajelas, jadi harus beli kendaraan pribadi / transportasi online.
- airnya gak drinkable, jadi harus beli atau masak untuk sekadar minum segelas air putih.
- udaranya berpolusi, jadi kemana2 harus beli masker dan rawan sakit.
- sistem pendidikannya tanda tanya, jadi udah bayar mahal dan nunggu lama sampai lulus, jadinya ga jelas outputnya.
- iklim kerjanya gak kondusif, jadi banyak orang susah dpt kerjaan yang layak.
- mau mulai bisnis dipalak dan pajak sana sini, jadi banyak orang makin males buat bisnis.
- dst dll dsb dkk.
BAYAR HANYA RATUSAN RIBU,
BENEFIT HINGGA 40AN JT DAN LANGSUNG CAIR
KOK BISA?
ini bukan sulap dan bukan keajaiban. ini namanya skema asuransi sosial berbasis gotong royong.
prinsipnya sederhana: jutaan peserta bayar iuran kecil setiap bulan, dan uang itu dikumpulkan jadi satu pool besar.
ketika salah satu peserta mengalami musibah, mereka mendapat manfaat dari pool tersebut yang jauh lebih besar dari total yang pernah mereka setorkan.
sama persis dengan konsep asuransi pada umumnya, bedanya ini dikelola negara dan tidak mencari untung.
dari postingan disebutkan baru bayar 4 kali iuran dengan nominal sekitar 20 ribuan. artinya total yang disetor hanya sekitar Rp 80.000 sampai Rp 100.000 sebelum meninggal dunia.
dan yang cair: Rp 42 juta.
artinya negara menanggung selisih Rp 41,9 juta lebih dari uang yang dikumpulkan peserta lain dalam pool yang sama.
ini bukan kerugian sistem, ini memang cara asuransi sosial dirancang untuk bekerja.
INI PAKET APA DAN MANFAATNYA BERAPA?
BPJS Ketenagakerjaan BPU punya beberapa pilihan paket untuk pekerja informal atau mandiri yang tidak terikat perusahaan seperti petani, pedagang, ojol, freelancer, dan lain-lain.
Paket JKK + JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja + Jaminan Kematian): iuran sekitar Rp 16.800 per bulan. manfaat Jaminan Kematian jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta, terdiri dari santunan kematian Rp 20 juta ditambah santunan berkala Rp 12 juta dibayar sekaligus ditambah biaya pemakaman Rp 10 juta.
Paket JKK + JKM + JHT (ditambah Jaminan Hari Tua): iuran sekitar Rp 36.800 per bulan tergantung upah yang dilaporkan. manfaat sama seperti di atas ditambah saldo JHT yang bisa dicairkan di hari tua atau jika berhenti menjadi peserta.
jadi Rp 42 juta yang cair itu adalah manfaat JKM standar yang memang sudah ditetapkan dari awal. bukan keberuntungan, bukan lotre, ini hak peserta yang sudah terdaftar.
kalau si bapak hidup lebih lama dan terus bayar selama 10 tahun dengan iuran Rp 20.000 per bulan, total yang disetorkan hanya Rp 2,4 juta.
manfaat kematiannya tetap Rp 42 juta. masih untung 17 kali lipat dari yang dibayarkan.
kalau sampai 20 tahun, total setoran Rp 4,8 juta. manfaat tetap Rp 42 juta. masih untung hampir 9 kali lipat.
kalau pakai paket dengan JHT dan meninggal setelah 20 tahun, saldo JHT-nya bisa mencapai belasan juta tambahan di atas manfaat kematian, tergantung upah yang dilaporkan.
tidak ada produk keuangan swasta yang bisa menandingi rasio manfaat seperti ini untuk segmen pekerja informal berpenghasilan rendah.
semua pekerja yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan. petani, nelayan, pedagang, ojol, driver, freelancer, content creator, ibu rumah tangga yang punya usaha, buruh harian lepas, tukang bangunan, dan lain-lain. tidak perlu slip gaji, tidak perlu NPWP perusahaan.
syaratnya hanya KTP dan uang iuran pertama. bisa daftar online di aplikasi BPJSTKU atau langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
KENAPA BANYAK YANG BELUM TAHU?
ini pertanyaan yang lebih penting dari segalanya. program ini sudah ada bertahun-tahun, manfaatnya nyata, iurannya terjangkau bahkan untuk petani dan nelayan sekalipun. tapi penetrasinya masih rendah karena sosialisasinya tidak cukup masif dan banyak yang masih menganggap BPJS itu hanya untuk karyawan perusahaan.
padahal justru yang paling butuh perlindungan adalah mereka yang bekerja sendiri tanpa jaring pengaman dari perusahaan manapun.
KESIMPULAN PRAKTIS:
kalau kamu punya orang tua yang kerja mandiri, dagang, tani, atau apapun yang bukan karyawan, daftarkan sekarang sebelum terlambat. dengan Rp 20.000 per bulan, kalian sudah punya perlindungan Rp 42 juta untuk biaya pemakaman dan kebutuhan darurat keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rp 20.000 itu harga dua gelas kopi kekinian.
nilainya bisa jadi Rp 42 juta di saat paling dibutuhkan.
jangan tunggu sampai menyesal karena terlambat daftarnya.
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
⚠️
SEPULUH teknik singkat pertolongan pertama kecelakaan.
Luangin waktu utk BOOKMARK & baca ya.
1. Perdarahan besar → direct pressure pd atas luka pake kain bersih, balut tekan. klo rembes, tambah kain baru, lalu balut
2. Henti jantung → CPR
3. Patah tulang → kunci sendi di atas & bawah area patah, imobilisasi pake bidai
4. Luka tusuk → jgn cabut objek yg nusuk, stabilkan objek tusuk, tekan area di sekitar objek tusuk (direct pressure), kembali ke poin nomor 1
5. Terkilir → jgn dipake gerak, angkat, kompres es, balut
6. Mimisan → tekan cuping hidung, duduk condong ke depan
7. Luka bakar → aliri air mengalir 20 menit
8. Tersedak (bisa batuk) → batuk efektif
9. Tersedak (gbs ngomong) → heimlich manuver 5x + back blow 5x, ulang
10. Cedera kepala:
- jika tampak perdarahan, balik ke nomor 1
- meski tanpa berdarah, tp melihat jelas ada lecet di area kepala dg dugaan benturan keras, anggap cedera leher & tulang belakang juga, pastikan korban berada satu garis lurus antara kepala, leher, tulang belakang, dan kaki.
Nomor berapa aja yang udah paham???
Klo ada yg masih bingung, silakan reply, nanti aku jelasin satu2 yaa
UPDATE: Tragedi Daycare Little Aresha, Jogja
- 13 tersangka: 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, 11 pengasuh
- 30 orang diperiksa polisi: 25 pengasuh, 5 pejabat yayasan, 1 satpam
- 53 anak terverifikasi jadi korban kekerasan fisik, verbal, & penelantaran
- 103 anak pernah dititipkan
- Usia dedek bayi jadi korban mulai yang baru lahir sampai bawah 2 tahun 😭😭
- Ada satu kamar 3x3 meter diisi sampai 20 balita 🤯
Jahat bangeeett siihh!!! 🤬🤬
Ini kekerasan massal terhadap anak-anak yang belum bisa teriak sakit & minta tolong! cuma bisa nangiss 😭
Shock berat, kok bisa tempat penitipan anak jadi tempat penyiksaan gini? Astagaaaaa udah beroperasi 1 tahun lebih!
SEMUA PELAKU HARUS DIHUKUM BERAT!!!!
Ada trik belajar yang gacor banget.
Jangan belajar kelamaan!
Cukup tiap sepulang sekolah/kuliah tiap hari, luangin waktu 30 menit super fokus buat ngulang apa yg dipelajari hari ini.
Nikmatin dampaknya!
Say no more lagi buat sistem kebut semalam sebelum ujian
Ada jurnal menarik yang neliti sampe 14 tahun buat ngejawab pertanyaan apakah kemiskinan yang terjadi pada masa anak-anak hanya berdampak sementara, atau efeknya terbawa sampai dewasa
Fungsi utama sekolah-sekolah elite seperti MAN IC, BPK Penabur, dll adalah memisahkan anak berpotensi jauh-jauh dari ember kepiting jahanam seperti ini, dengan sebuah tembok beton yang sangat tinggi.
Anak MAN IC tidak akan bisa berkembang sepenuhnya di "sekolah biasa".
UMR segini, single income gak cukup.
Suami istri harus dua-duanya kerja.
Anak harus dititipin ke pekerja rumah tangga atau daycare sebelum sekolah.
Selama KB atau TK gak boleh belajar baca tulis hitung.
Ortu di rumah udah capek kerja.
Anak gak bisa baca tulis hitung masuk SD Kelas 1.
Materi kelas 1 SD:
"Gerak lokomotor adalah gerak yang membuat badan berpindah tempat."
"Gerak non-lokomotor adalah gerak yang tidak membuat badan berpindah tempat."
Apa itu "Ini Ibu Budi"?
Udah bukan waktunya lagi SD kelas 1 belajar gitu.
Mereka udah harus bisa baca tulis hitung.
Aku ingin cerita tentang Samsuri, seorang pelatih angkat besi dari Desa Sooka, Punung, Pacitan.
Samsuri menemukan bakat dan membentuk Luluk Diana Tri Wijayana. Luluk, anak petani desa sangat sederhana yg tinggal di rumah semi permanen di Pacitan.
Skng, Luluk adl salah satu prospek terbaik Indonesia. Juara dunia remaja, juara dunia junior, dan pekan ini Luluk mengalahkan juara dunia dua kali asal Thailand utk meraih emas SEA Games.
📸: Kompas, NOC Indonesia
Penipuan modus "barang tertukar/rusak" ini sangat meresahkan. Sudah banyak korbannya, kerugian dari 5 sampai 100 juta per orang. Semua mudah percaya krn penipu punya info lengkap isi paket, nama penerima, alamat, kontak, etc.
Darimana didapat info2 itu? Salah satunya:
Tahukah Anda bahwa dalam 50 tahun terakhir, Sumatera telah melakukan trik sulap terbesar dalam sejarah peradaban kita, di mana jutaan hektare hutan rimbun diubah menjadi kebun monokultur dan tanah gersang—tanpa suara, tanpa jejak, dan sering kali dianggap legal berkat secarik kertas bernama izin. Akibatnya, harimau kehilangan rumahnya lebih cepat daripada kita kehilangan integritas dalam menjaga paru-paru dunia.
Penulis: ET Hadi Saputra, (12-12-2025)
Mari kita bicara santai sejenak. Anggap saja kita sedang duduk di kedai kopi, menyeruput robusta Lampung, sambil memandang peta hutan Sumatera—bukan peta wisata.
Jika Anda melihat infografis tutupan hutan Sumatera dari 1975 hingga 2025, Anda tidak sedang melihat data, melainkan obituari: surat kematian massal. Warnanya berubah drastis—from hijau tua menjadi kuning, cokelat, hingga botak plontos, mirip kepala pejabat yang kebanyakan mikir proyek.
Lima puluh tahun cukup singkat bagi umur bumi, tapi cukup lama bagi kita untuk menghabisi warisan jutaan tahun. Dulu Sumatera disebut "The Emerald of the Equator", Zamrud Khatulistiwa. Kini lebih pantas "The Palm Oil of the Equator".
Saya tertawa miris karena ironinya terasa pahit di lidah.
Secara hukum, kita punya segudang aturan tebal dan canggih: Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Lingkungan Hidup, istilah seperti Sustainable Development, Green Economy, hingga Intergenerational Equity. Membacanya, mahasiswa hukum semester satu pasti mengira negara ini surga ekologis.
Faktanya? Nol besar.
Hukum tajam ke penebang liar yang cari nafkah, tapi tumpul—bahkan patah—saat berhadapan dengan korporasi pemegang HGU. Hutan lindung disulap statusnya lewat "alih fungsi lahan"—bahasa halus untuk pemusnahan fungsi alam.
Di mata hukum administrasi, perizinan adalah raja. Membabat ribuan hektare jadi prestasi ekonomi: pendapatan daerah naik, devisa naik. Tapi biaya sebenarnya—banjir Bengkulu, longsor Sumatera Barat, asap Riau—tidak pernah masuk neraca perusahaan sawit atau bubur kertas. Yang bayar? Rakyat kecil.
Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bumi dan air dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat—artinya dijaga, bukan diobral. Jika hutan habis dan rakyat kebanjiran, di mana kemakmurannya? Hanya untuk segelintir orang yang punya akses stempel basah di Jakarta?
Kita juga lupa hukum adat. Masyarakat adat menjaga hutan ratusan tahun sebelum negara berdiri, dengan kearifan lokal yang melarang tebang sembarangan. Kini dilindas ekskavator atas nama investasi. Hukum positif sombong, menganggap hukum adat kuno dan menghambat pembangunan. Padahal hutan adat masih utuh, sementara hutan negara gundul. Aneh, bukan?
Polanya menjijikkan: tebang hutan (cuan pertama), tanam sawit (cuan kedua), tinggalkan tanah rusak (bencana buat rakyat). Aktivis lingkungan yang protes dituduh anti-pembangunan.
Sarkasme terbesar: merayakan Hari Lingkungan Hidup dengan tanam seribu pohon di halaman kantor gubernur, sementara sejuta pohon ditebang di belakang.
Kita butuh revolusi hukum. Hukum tak boleh lagi jadi stempel legalisasi kerusakan. Pendekatan ultimum remedium dalam kasus lingkungan harus dibuang; pidana harus di depan untuk kerusakan masif: sita aset, miskinkan pelaku, pulihkan alam.
Berani? Saya ragu. Terlalu banyak kepentingan dan amplop di bawah meja.
Jadi, 50 tahun hilangnya hutan Sumatera bukan takdir, melainkan pembunuhan berencana—pelakunya keserakahan yang berselingkuh dengan kekuasaan, dinikahkan oleh hukum lemah syahwat.
Jika tren ini berlanjut, 50 tahun lagi anak cucu kita tak akan tahu Harimau Sumatera selain dari video YouTube lawas. Mereka tak akan rasakan sejuknya Bukit Barisan—hanya panas, debu, dan dongeng tentang pulau hijau yang dulu ada.
Cerita tragis karena kita terlalu sibuk menghitung laba sampai lupa cara bernapas.
#hutanSumatera #deforestasi #hukumlingkungan #bencanaekologis #kritis #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #sumatra #lingkunganhidup #saveforest
Work: 8-9hrs
Sleep: 6-8hrs
Commute: 3-5hrs
Left you with 2-7hrs to shower, eat, cook and clean up your house.
No time for dating/social life.
And yes, of course it's your government fault. Because if they'd built better cities, better working rights... you'd have more time.
🛑 Duit terkuras karena penipuan? Jangan panik, segera lapor!
Jika kamu menjadi korban penipuan di sektor keuangan, laporkan segera ke Indonesia Anti-Scam Center (IASC) melalui https://t.co/nm6xwrd03V.
Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana bisa diselamatkan.
This is sex education.
Sex education bukan ajar buat sex, dia ajar safe touch, what is sexual harassment, what is STD, what is the signs of puberty, what kind of touch yg considered inappropriate, lastttttt sekali baru safe sex, contraceptions for unavoidable.