Sebagai orang Palembang, izinkan mewakili para korban karhutla
Kita tau pemerintah sekarang tone deaf, cuma mau denger pujian dan yang mereka suka aja
Tapi tujuanku buat video ini supaya yang nonton mau mikir, supaya ngerti kalau kebanyakan pejabat-pejabat cuma mikir dirinya sendiri, bagi mereka semua ini hanya jokes dan candaan
Silent is complicit, tapi mereka ga hanya diam, malah ngeluarin statement yang mengganggu akal sehat
Terus peduli, karhutla belum berakhir, tugas kita didik diri sendiri dan warga, ngarepin pejabat terdidik, sekarang tampaknya masih sulit
Teruntuk Bapak @prabowo Yth. Madrasah Diploma Instan Singapura (MDIS itu, dilarang utk Warga Singapura nmn dipersilahkan bagi Warga2 Negara Tetangga Singapura seperti Indonesia, warga negara yg tolol nmn ingin diakui sebagai sarjana seperti si Fufufafa. Bagi Pemerintah Singapura, yg penting bagi mereka ada yg stay di negara mereka, apartemen laku, ada konsumsi, ada pendapatan dari pajak. Mau itu ijazah dibeli, abal-abal, Pemerintah Singapura gak peduli, yg penting bagi negara mereka, bukan mereka yg makai lulusannya. Eh di Konoha malah dijadiin Wakil Presiden. Produk Sampah dijadiin Wakil Presiden. Tapi katanya bangsa Besar. Bangsa terhormat. Malu-maluin saja Pak Prabowo, piye iki bang @bang_dasco Pak @sjafriesjams.
🚨 ALERT! TANJUNG PUTING, KALIMANTAN TENGAH, DALAM BAHAYA! WATER BOMBING URGENTLY NEEDED! 🔥
Surat Terbuka untuk Pemerintah
Api terus menjalar, hutan terbakar. Orangutan kehilangan rumah, bekantan terancam punah. Owa dan beruang madu ikut menderita, satwa tak bersalah kehilangan habitatnya.
Relawan berjibaku, bertaruh nyawa. JANGAN TUNGGU HUTAN JADI ABU, BARU SEMUA BICARA!
Percepat bantuan, kerahkan water bombing segera! VIRALKAN! BANTU UP KAWAN! SELAMATKAN TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING SEBELUM TERLAMBAT! 🌳🦧🔥
Vid griyasafitri29 10 Oktober 2026
@liputan6dotcom Dirjen Anggaran yang meloloskan Anggaran pengadaan Motor listrik, yg sebelumnya diberhentikan oleh Purbaya, sekarang dijadikan Wamenkeu 🤣
Sarah Sechan melalui postingan Threads-nya.
"Gak usah ditanya lagi kenapa si A tone deaf, si B gak pernah kritik kondisi sekitar yg acakadut, si C joget2 sambil cengar-cengir. Cukup lihat latar belakang keluarga, siapa pasangannya, duitnya dari mana, atau siapa saja di circle pertemanannya. Jelas kan. Semua ada di bubble-nya sendiri dan punya kepentingan masing2. Untuk yang berani bersuara kita doakan supaya didengar dan terus bersuara sekeras mungkin sampai ada perubahan, sampai kita punya pemimpin yang dihormati semua lapisan masyarakat.”
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
Just reminding:
Ini juga yg bikin dia dimusuhi. Pernyataannya 'provokstif' bagi para bangsat yg biasa manipulasi pedapatan negara lewat pajak dan bea cukai.
Tak akan ada lagi perlindungslan bagi oknum² nakal yg selama itu dilindungi.
Bongkaaaar!! Tapi yg didapat Reshufle!! Menyedihkan...
Wakil rektor UGM bidang pendidikan dan pengajaran Prof Dr Wening Udasmoro meminta Jokowi menyerahkan ijazahnya ke UGM untuk diperiksa apakah benar itu keluaran UGM atau tidak,untuk mengakhiri polemik ini.
Hello @jokowi
Tanggal 9 September lalu, saya mengajukan lagi permintaan informasi terkait sekolah Gibran di UTS Inserach, Sydney, Australia. Permintaan resmi saya daftarkan online, dan dikonfirmasi UTS melalui potongan email di atas.
Saya meminta seluruh data sekolah Gibran di sana. Kapan masuknya? Program apa? Apakah selesai? Kapan lulusnya? Bagaimana nilainya? Dst.
Apa jawaban UTS, kita tunggu saja.
Kalau tidak diberikan juga, saya mempertimbangkan menggugat Keterbukaan Informasi Publik melalui kantor hukum saya INTEGRITY Lawyers yang punya cabang di Sydney, Australia.
Karena saya sendiri punya izin praktik hukum (Solicitor) di Australia, selain advokat di Indonesia.
Keep on fighting for the better Indonesia.
Salam Integritas!
Guys coba baca.
Itu Opung Luhut sampai minta maaf kepada investor global di Singapura.
Opung minta maaf karena kondisi pasar keuangan Indo yang volatil atau tidak pasti.
Yang ditampilkan publik alasan geopolitik dan tingginya suku bunga.
Tapi yang ga diketahui publik? Wallahu Alam.
Apapun itu. Ini tanda bahwa ekonomi Indo sedang tidak biasa-biasa saja. To the point, investor mesti ditenangkan.
Kalau investor panik, ya amblas IHSG dan Rupiah kita.
Rugi besar lah ujung2nya dan kena ke seluruh rakyat.
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.