Indonesia kalah dalam segala hal dari Malaysia. Kecuali PIALA FIFA ASEAN CUP . Itu saja yang bisa ditangisi ramai-ramai.
Kapan Sumatra bisa merdeka. Capek tinggal di negara problematik ini. Tidak ada yang becus memimpin, dari kusno sampai wowo.
Andai negara ini mengadopsi federalisme, kepemimpinan nasional bisa berganti. Orang Papua punya kesempatan. Kalimantan punya peluang. Sulawesi juga. Bukan selamanya wajah dari satu pulau.
Kalau tetap sistem sekarang, suara terbanyak selamanya milik yang paling padat. Lebih baik kiamat atau bubar daripada terus seperti ini. Capek.
John Stuart Mill menulis, demokrasi suara terbanyak bisa menindas minoritas dengan cara yang sama kejamnya seperti raja, hanya lebih sopan namanya.
Alexis de Tocqueville menyebutnya tirani mayoritas. Yang banyak merasa benar, yang sedikit disuruh sabar.
Mahatma Gandhi berkata, negeri yang tidak memberi ruang pada yang di pinggir sedang menyiapkan pecahnya sendiri.
Jadi piala bukan bukti negara menang. Piala bukti yang menang cuma tontonan. Yang kalah tetap yang di pulau, yang suaranya tidak cukup untuk mengubah istana.
Pasangan yang tak faham isi hati masing-masing tu wajib baca buku ni. Buku Surat Cinta Buat Isteri reveal apa yang terbuka di dalam hati suami dan isteri. Dapatkan di link pada ruangan komen di bawah.
@Leleo2211 A Buccaneer using a hybrid form would probably have insane size and strength scaling, since their base body is already way above normal humans