ya kan...... aku mau baca buku, mau crochet, mau poetry, mau ngelukis, mau crafting, mau berkebun, etc tanpa mikirin nanti ke depannya gmn... when yah slow living
🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
sejak kapan lu sadar kalo 83% Pemerentahan itu dijalanin dan bayarnya pake duit pajak dari rakyat?
Mana Pajak SDA? katanya alam kita kaya.
Mana pajak dari BUMN? katanya ekonomi kita bagus?
Duit Sumber Daya Alam dan BUMN abis sebelum bisa dipajakin.
SEMUA KARENA KORUPSI!!! PEMERENTAH SIALAN.
7 Setan APBN:
1. MBG / Kopdes
2. Subsidi BBM (bensin, elpiji)
3. Beras BULOG
4. Bansos
5. Dana Desa
6. Subsidi listrik
7. Subsidi pupuk
Tujuh aliran uang ini dirampok habis-habisan.
Seandainya kamu tahu berapa puluh % pupuk subsidi yang dicuri pengusaha besar, pasti kaget 😂
Wkwkwkkw media nasional kicep, yg akhirnya speak up adalah media2 internasional
Niatnya mau membungkam kite2, ndilalah sedunia jadi tau bobroknya 😅
Gmn dah tuh caranye membungkam mereka eheheh
Its president, Prabowo Subianto, must stop trying to squelch opposition in the legislature, media and civil society. Dissent that cannot find an outlet in politics will spill onto the streets https://t.co/1oNm8bdbBd
Dollar udh mau 20k, program ga becus masih jalan semua, aktivis diserang, media dibungkam, sibuk kunjungan kesana kemari, join BOP, etc. Bener kok berproses, berproses ngancurin negara dan rakyatnya
Nikel: No 1 di dunia
Timah: No 1 di dunia
Batu Bara: No 2 di dunia
Tembaga: No 5 di dunia
Emas: No 6 di dunia
Bauksit: No 6 di dunia
Lalu kenapa mata uang kita lemah?
Dibilang Indonesia gelap ga terima, terus yang gelap siapa??
"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.