Hi guys, siapa saja yang kenal Anissa Adhi Rosdiana kabarin ya. Ybs, tidak memenuhi janjinya untuk ngasih tiket PJF Day2 & tdk mengembalikan uang yang sudah kami bayarkan. Tdk mau balas pesan & mengangkat telfon. Sekalilagi ANISSA ADHI ROSDIANA. Terima kasih semuanya🙌🏻
#SCAMPJF
Heartbreaking farewell moments.. Fahd Abu Heikal carries the body of his infant son, Sam, who was killed yesterday evening in the city of Hebron, as relatives and family members bid him a sorrowful farewell.
Saking korupsnya, sampe warga ga tau kalo plat nomor kendaraan bisa registrasi sekali saja. Saking korupnya, sampe warga menganggap wajar saja bayar 2x untuk 2 SIM yg berbeda atas nama pengemudi yg sama. Saking korupnya, sampe warga bisa sebodoh itu dan penentu regulasi diam saja
Ingat baik-baik namanya, Nalince Wamang
Pelajar asli Papua, 17 tahun, tewas ditembak oleh tentara saat sedang mendulang emas di wilayah bekas aliran limbah tambang PT. Freeport demi mencari uang untuk kuliah
Dimiskinkan sistem, dibunuh aparat negara
Never forget, never forgive
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Hati2 dgn seperti ini.
Allah & Rasul mengajak kita utk menghormati ilmu pengetahuan. Dicari hukum alamnya saat menghadapi suatu masalah, jika A maka idealnya B.
Kalau sakit, berobat. Kalau lapar, makan. Kalau kotor, mandi.
Tahajud adlh hubungan ke Atas, tp ada kalanya Allah menolong dgn perantara manusia lain. Misal, dgn curhat sama temen.
Gaslighting dalam bentuk value religius ini familiar banget ya di kita 😌
“Ya kamu sakit karena hatimu belum bersih.”
“Kamu punya masalah itu karena dosa-dosamu.”
udah liat tingkah menjijikan mimi peri? masih mau ngasih ruang untuk bencong? masih mau bela para boti dan LGBT kah?
-dia terang2an mengaku suka tusbol/sodomi, di mana dia ngambil anak2 kampung, katanya anak2 kampung lebih bersih dari HIV. kurang ajar sekali, pun kalo mereka bersih, bisa saja nanti justru dia yang tertular dari si bencong ini. daya rusaknya luar biasa untuk anak2 dan masa depan
bejat. hina. dia menularkan penyakit kelamin dan bisa menularkan orientasi seksnya yang menyimpang itu ke anak2 kampung yang kemungkinan masih ada yang polos
jangan lagi bilang sifat dan kelakuan bencong itu gak bisa nular. bisa. jurnal barat yang jadi rujukanmu soal LGBT gak bisa nular itu gak valid, emang yang buat jurnal itu udah ngambil survey dari seluruh dunia? gimana kalo yang buat jurnal itu ada beberapa yang pro ke LGBT juga? stop denial
bagaimana kalo anak2 kampung itu anakmu? keponakanmu atau kerabatmu? masih ada kah ruang untuk tidak marah?
anak2 kampung yang dia sebut itu mungkin ada yang sama2 mau, tapi besar kemungkin ada juga yang awalnya gak mau tapi karena banyak faktor seperti iming2 dikasih imbalan, dirayu atau apapun lah caranya sampai pada akhirnya dia mau melakukannya. ditambah dengan keadaan ekonominya yang sulit, begitu ditawari uang dan hadiah bisa saja pendiriannya goyah. ini banyak terjadi
-saat ditegur soal kelakuannya itu, dia teriak "hidup boti, saya bangga menjadi boti. dosa itu gak ada, gak ada disiksa (di neraka), itu hanya dongeng, dongeng masa kecil buat nakut-nakutin"
apa gak bahaya kalo predator seperti ini dibiarin berkeliaran semaunya tanpa ditindak? tanpa memasukkan unsur agama pun, kita semua harusnya gak boleh bebasin dia ngerusak anak2 dan menularkan penyakit fisik dan mental ini
teman2, jangan biarkan kemungkaran terjadi di depan mata. lawan
Guys Rafah hilang. Champign "All eyes to Rafah" dua tahun lalu yang direpost jutaan orang itu nggak ada bekasnya. Februari ini seluruh kota di bawah kendali Israel.
Sekarang 81% bangunan di Gaza udah dirusak sama mereka ☹️
Jangan berhenti speak up, usahakan terus boycot.
🚨 ACEH BANJIR LAGI HARI INI 17 FEBRUARI
ACEH DILARANG BERISIK 💔💔💔😭
BUNA BUNA GAK SUKA🥀
Suasana menyambut bulan suci Ramadan 1447 H di Kabupaten Pidie Jaya yang seharusnya dipenuhi sukacita, berubah menjadi keprihatinan mendalam.
Alih-alih mempersiapkan hidangan daging untuk tradisi Makmeugang, warga di beberapa desa, termasuk Gampong Meunasah Raya, justru harus bergelut dengan lumpur dan sisa-sisa banjir bandang.
Tradisi yang Terendam Lumpur Puncak kesulitan warga terjadi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, bertepatan dengan malam Makmeugang. Melalui pantauan media sosial, terlihat luapan air berwarna cokelat pekat merendam pemukiman warga dengan ketinggian yang signifikan. “Tragedi malam Makmeugang, Selasa 17 Februari 2026. Besok mau puasa,” tulis salah satu warga dalam unggahan video yang menunjukkan air menggenangi halaman rumah di tengah kegelapan malam.
Hingga Rabu pagi, saat warga Aceh biasanya sibuk memasak daging meugang, warga di lokasi terdampak justru terlihat bahu-membahu membersihkan tumpukan lumpur setinggi betis dewasa yang masuk ke dalam rumah. “Singoh makmegang, kamoe mantong peugleh rumoh (Besok makmegang, kami masih membersihkan rumah),” tulis akun gampongmeunasahraya, menggambarkan ironi yang dialami warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya secara mandiri untuk memulihkan kondisi tempat tinggal mereka. Bantuan alat berat atau tambahan personel untuk membantu pembersihan material lumpur sangat diharapkan agar masyarakat dapat menyambut hari pertama Ramadan dalam kondisi yang lebih layak.
Masyarakat Aceh berharap agar cuaca ekstrem segera berlalu, mengingat pentingnya kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini. (https://t.co/NeZOQHAMqZ) Semoga banjirnya segera surut ya!🙏🏻
They killed us and built their homes over our skulls, and now they are stealing everything connected to Palestine.
Palestine was one of the countries most famous for citrus fruits around the world.