singkatnya, bee orchid gatau bentuk lebah. bahkan ga ada satu pun bee orchid yang punya niat meniru lebah.
di situasi ini, lebahlah yang jadi juri.
bayangin, jutaan tahun lalu, nenek moyang bee orchid mungkin bunganya biasa aja.
nah, di antara jutaan bunga, ada satu nih yang variasi alaminya sedikit berbulu, warnanya agak coklat, yang kebetulan menghasilkan molekul agak mirip sama feromon lebah betina.
ini kan acak ya, kebetulan ada lebah jantan datang dan ngira bunga itu lebah betina 🐝💦
akhirnya si bunga lebih sering diserbuki dibanding bunga lain. karna sering diserbuki, si bunga menghasilkan banyak biji.
anak-anak dari si bunga itu mewarisi sifat yang sama dengan induknya. terus begitu sampe menghasilkan mutasi baru yang bikin makin mirip lebah.
jadi sebenernya bukan si bee orchid yang ngedesain tubuhnya mirip lebah, melainkan lebah yang mendesain preferensinya.
lebah ga sadar lagi memilih desain terbaik. tiap kali dia "ditipu" itu secara ga langsung dia ngasih kesempatan ke bunga itu untuk punya lebih banyak keturunan.
mungkin beda kasus, tapi secara sederhana, lihat jamur kaki mayat di bawah.
jamur ini ga berusaha mirip dengan jari mayat. yang nyebut mereka jari mayat yha manusia, karna menurut kita ini mirip jari mayat.
ada banyak foto jamur ini di luar sana yang gada mirip-miripnya dengan jari mayat, beberapa diantaranya yang mirip disebarluaskan lebih banyak, sementara yang ga mirip yaudah aja ga berarti apapun di internet.
tapi intinya, penilaian itu berasal dari kita, dari lebah, bukan dari tumbuhannya. begitchuu~
Cavalos só dormem assim, deitados e relaxados, quando se sentem extremamente seguros. Criou-se um mito de que cavalos só dormem em pé, mas isso só acontece quando estão pouco adaptados ou se sentem ameaçados para poder correr a qualquer sinal de perigo.
Gw pengen ceritain betapa luar biasanya Kabupatan Pangandaran tp ga punya banyak foto buat di share.
Saking menikmati suasana healing di Batu Karas, Madasari, Ciwayang sampe jarang pegang HP 😭
Sumpah, kalian ga perlu mahal2 beli tiket ke Bali, di Pangandaran aja bikin takjub.
Sebetulnya "Janda Bolong" ini salah satu fenomena linguistik mistranslasi budaya. Dalam bahasa Jawa Janda Bolong disebutnya "Ron-dho Bolong" atau kalau dipanjangin "Ron podho Bolong" artinya daun yang semuanya berlubang. Sehingga ngga ada kaitannya dengan "Rondo" yg lain.
Demi Tuhan tiap gue berpenampilan tidak layak selalu ketemu LANGSUNG BANYAK ORANG TERMASUK GEBETAN kayak KENAPA HAH?????? Giliran gue lagi rapi cantik wangi LO PADA KEMANA HAH?????
Kenapa Dubes ditemui sama Seskab? 🤨
Menteri Luar Negeri gak ada?
Wakil Menteri Luar Negeri? Ada satu, dua, tiga loh wakilnya?
Itu empat orang gak bisa semua?