Kepala kecil ini harus menyambut banyak kenapa di dalamnya. Jika masih ada ruang kecil, tolong sisakan satu sudut untuk menepi, bernapas, dan merayakan kepekatan, Tuan.
Pagi ini besuk kawan di LPP Kerobokan. Seluruh barang disita, alokasi waktu hanya 10 menit, tanpa bisa peluk karena terhalang jeruji. Pulangnya dapat surat, surat tulis tangan dari dia.
Sekarang aku menepi di Indomaret Renon. Menangis.
Kami akan sajikan minuman sakral sarabati, masak gohu, popeda kuah kuning, sparkling nutmeg lemonade, pancake sagu pisang jailolo, serta sagu rasa mangga, jeruk, cokelat, hingga kenari.
Sampai jumpa di Ubud!
n this intimate masterclass, Kagōunga invites you to explore the soul of the region through stories, ingredients, and a shared table.
Discover the cultural meaning and traditions behind papeda, the comforting sweetness of sagu pisang from Jailolo, and a nourishing herbal drink.
n this intimate masterclass, Kagōunga invites you to explore the soul of the region through stories, ingredients, and a shared table.
Discover the cultural meaning and traditions behind papeda, the comforting sweetness of sagu pisang from Jailolo, and a nourishing herbal drink.
Aku dan tim akan datang dengan segala rasa bangga. Akan kami siapkan anatomi pohon sagu, kenari, cengkih, dan pala. Mampirlah jika sempat, Tuan dan Nona.
Di Ternate, pohon sagu punya jenis kelamin. Pun, banyak pamali sebelum menebang dan mengolah sagu. Setelah jadi, table manner ala leluhur Ternate juga ada dan sangat ketat.
Sampai jumpa di Ubud, 30 Mei, di perjamuan sore!
"Jangan pernah berbagi makanan sisa! Jika kelak punya ikan, bagilah ikan; ada ayam, bagilah ayam; hanya ada beras, bagilah beras." – Mamak.
Sejak itu, kendati takut, aku ndak pernah kasih kucing tulang. Apalagi meminta dipotret setelah memberi bantuan. (7/7)
Aku phobia kucing, tapi sayang ke mereka. Sejak kembali ke Ternate (2017), Mamak punya kesayangan kucing betina liar, kukasih nama dia Pawlina. Kucing ini datang saban hari menjelang Magrib, dan menunggu di pintu dapur. (1/7)
Barangkali benar, dulu, di meja kayu lapuk, di dapur dinding gaba-gaba dengan atap daun katu, Mamak wariskan satu pelajaran. Pelajaran yang ndak pernah kubaca di kelas, atau kudengar sendiri di mimbar rumah ibadah. (6/7)