jahat. ghosting menurut aku salah satu bentuk komunikasi paling jahat sih :(
apalagi kalo sebelumnya intens, sering ngobrol, bikin orang nyaman, terus tiba-tiba hilang gitu aja without any explanation. mungkin keliatannya sepele buat yang ninggalin, tapi buat yang ditinggal itu bisa jadi kepikiran lama banget.
disappearing without explanation itu bisa ninggalin seseorang dengan banyak banget pertanyaan di kepala mereka sendiri. “aku salah apa ya?”, “kurang apa?”, “did i do something wrong?” and honestly… that feeling sucks.
personally, aku selalu usahain kasih closure ke orang. not because i owe everyone my energy, but because i respect their feelings. aku gamau ninggalin seseorang dengan penuh tanda tanya dan nyalahin dirinya sendiri cuma karena aku gak bisa ngomong jujur.
even a simple “i don’t think we should continue this anymore” itu jauh lebih manusiawi dibanding ngilang tiba-tiba.
karena at the end of the day, being honest might hurt someone for a moment, but ghosting hurts them while making them question their worth. and i never want to make someone feel that way :(
kata raditya dika kita itu harus menghargai perasaan pasangan mau logis atau tidak,
misalnya nih pasangan kita enggak suka kita bergaul sama si A karna cemburu aja, padahal kenyataannya kita gak ada apa2.
tapi menurut radit ya ikutin aja, memvalidasi perasaan pasangan dan mengikuti apa yg pasangan mau adalah salah 1 bentuk bahwa kita menghargai dia sebagai pasangan kita.
kamu setuju gak sama raditya dika???
atau punya pendapat berbeda???
Kalo dia udah banyak post2 lagi, gak menutup diri, having fun with her friends, selalu pengen coba hal baru, jangan dilarang ya. Dia gak butuh validasi, she just wanna enjoy with her life now. Setelah kemarin hidupnya sempat mati , setelah kemarin dia menerka2 kalau ini semua salahnya. dia mencoba untuk bangkit meraup sisa2 rasa percaya dirinya. She wanted her smile back. She wanted her heart to believe again that wounds strengthen him, not make her half-hearted. She wants to come back whole.