Para ayah/laki2 tidak disalahkan atas kekerasan terhadap anak mereka di daycare jogja adalah bentuk privilese atau perlakuan istimewa yang dinikmati laki-laki.
Dicalonin jadi ketua OSIS tanpa konsen. Di hari H pemilihan gw ga dateng karena emang ga nyalon. Besoknya dimarahin sama orang yg nyalonin gw krn yg kepilih anak kelas 7. Akhirnya gw tetep dijadiin ketos setelah musyawarah, dgn bbrp syarat yg gw ajuin & disetujuin forum tentunya.
For the first time in my life, nyembelih entog. Padahal di rumah laki-laki banyak, tapi ga ada yang berani buat motong leher itu entog. NEW SKILL UNLOCKED.
@tanyakanrl Ternyata MBG itu ga gratis ya, dibayarnya pake:
- sulitnya akses pendidikan layak
- keracunan makanan
- sulitnya nyari pekerjaan
- pemulihan bencana yg lambat
- non aktifnya bpjs
Semoga semuanya lekas membaik, hanya kepada Tuhan kita berharap.
Apakah orang Indonesia memang dirancang untuk tetap bodoh dan gak boleh pintar? Itu pikiran liar yang selama ini mau gua utarakan tapi baru sekarang berani nulis ini. Ini bukan statement ya tapi pertanyaan, gamau kena masalah saya.
Analogi sederhananya, gimana caranya sekolah ngajarin programming dan AI?
Kalau 42% guru berpenghasilan di bawah Rp2 juta per bulan? 13% di antaranya di bawah Rp500 ribu per bulan. Gimana mau punya self development dengan gaji 500 ribu per bulan?
Di logika ya, sistem gaji ini secara tidak langsung mengusir talenta terbaik dari profesi guru dan pindah ke pekerjaan lain
Skor PISA kita, juga cuma 359 dimana rata2 dunia harusnya 476. Gua kasih gambaran, Siswa Vietnam setara dengan siswa Amerika Serikat & Eropa dalam Matematika. Siswa kita tertinggal sekitar 3-4 tahun pelajaran dibanding siswa Vietnam. Siswa Vietnam siap jadi insinyur/dokter. Siswa kita mayoritas hanya hafal teori tanpa paham konsep.
Skor HCI Indonesia dari Bank Dunia ada di angka 0,5. Artinya, anak yang lahir di Indonesia hari ini, saat dewasa nanti produktivitasnya hanya 50% dari potensi maksimalnya.
Pembiaran sistemik seperti ini, mau sampai kapan dibiarkan? Vietnam mendesain rakyatnya untuk berkompetisi global, sementara kita sibuk sama administrasi dan seremoni.
Kita berada dalam lingkaran setan: Gaji guru rendah → Kualitas pengajar rendah → Murid tidak kritis → Menjadi pemilih (voters) yang tidak kritis → Memilih pejabat yang tidak peduli pendidikan → Kembali ke gaji guru rendah.
‼️ Trigger Warning‼️
(kekerasan/KDRT)
Urgent Help Needed!
Penggalangan Dana Darurat untuk Kasus Terbaru di Rumah Bulan!
Maaf karena kami lagi - lagi harus memohon pertolongan teman - teman.
Ini adalah kasus terbaru di Rumah Bulan, belum ada seminggu bersama kami, tapi kondisinya sangat mendesak.
Kami punya waktu 3 hari untuk mengumpulkan 140 juta rupiah, agar Agustina, seorang perempuan yatim piatu berusia 18 tahun, bisa segera dioperasi, sebelum terancam lumpuh seumur hidup, akibat cedera kepala berat yang dialaminya.
Agustina diselamatkan tetangganya, dalam keadaan hamil besar, dan baru saja melahirkan 2 bayi kembarnya, 3 hari lalu. Kini kondisinya kritis, dan mengalami penurunan kesadaran.
Tahun ini Perpusnas terbitkan 100 buku alih aksara, alih bahasa, saduran, dan kajian Naskah Kuno Nusantara.
Selain itu untuk memperingati 200 Tahun Perang Jawa juga telah terbit 25 buku bacaan anak dan komik bertema Diponegoro.
Sila didownload bebas di https://t.co/360SdTEWxG
Kalau ada pemilihan pemimpin lagi di masa depan, tolong jangan kufur nikmat. Dikaruniai Tuhan akal sama hati nurani tolong dipakai. Itu kan, yang buat kita berbeda dengan hewan?
Kebodohan dan tidak kompeten sudah membunuh banyak orang.
Mengakui diri nggak sanggup, mengakui diri perlu bantuan, dan meminta tolong itu tanda keberanian, mental sehat. Ini berlaku secara individu, kelompok, bahkan negara.
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Pasti gak sadar kalo:
- desain/itungan mobil dan fitur keselamatannya didasarkan pada anatomi rerata laki-laki.
- mayoritas riset medis dan obat-obatan pakai anatomi dan biologi laki-laki.
Akibatnya, perempuan lebih mungkin celaka ketika:
- berkendara
- butuh tindakan medis
Lah rakyat kecil mah gak pake silabus juga udah sadar pak kalo hutan itu penting. Bahkan masyarakat adat yg tidak kenal sistem persekolahan itu justru memuliakan alam, mereka hanya mengambil sedikit dan secukupnya. Masalahnya bukan pada faktor Pendidikan, tapi faktor keserakahan.