Ceuk kolot aing, supaya hirup teu bongkor teuing, "Mun can bisa méré, sahenteuna henteu maok. Mun can bisa miara, sahenteuna henteu maéhan. Mun can bisa ngajaga, sahenteuna henteu ngarusak. Mun can bisa ngahéman, sahenteuna henteu ngaraheutan."
Musim 2001/02, sekitar kelas 4 SD, dimana teman2 sebayaku waktu itu pada suka MU dan Real Madrid, cuma aku sendiri yg suka Arsenal. Awalnya cuma kerna pengen beda aja, eh taunya keterusan. Dan tahun ini juara lagi, entah kenapa memori2 masa bocilku tiba2 satu per satu balik lagi.
Kalau di negeri ini terjadi chaos dan peristiwa penjarahan dimana-mana terulang kembali, pergilah ke perpustakaan yang paling dekat dengan tempat tinggalmu. Percayalah, itu adalah tempat yang aman yang tidak akan pernah dijarah.
Kalau saja kejahilan, keangkuhan, kemunafikan, keserakahan, ketidak-adilan dan kesewenang-wenangan bisa tercium baunya oleh hidung, mungkin baunya akan lebih busuk dari bau bangkai babi beserta tai-tainya. #kospod
Untuk bisa tidak rubuh atau minimal bertahan dari tiupan angin yg kencang, pilihannya ada dua: menjadi pohon kurma yg kokoh atau menjadi tanaman padi yg fleksibel. Begitu dawuh Gus Baha.
Kok bisa jalani sesantai dan setenang itu Ji? Ya kalau bukan kerna "la yukallifullahu nafsan illa wus'aha" mungkin aku sudah angkat tangan dan 'uring-uringan' sedari dulu. Heu.